Breaking News

TRIBUN WIKI

Mengenal Tradisi Waisak 2026 dan Ragam Makanan Khas yang Wajib Ada Saat Perayaan

Perayaan Hari Raya Waisak merupakan momen penting bagi uat Buddha. Oleh karena itu, ada tradisi dan makanan yang harus kamu ketahui.

Tayang:
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Pinterest/Saimons
PASANG LAMPION- Seorang bhiksu muda saat memasang lampion jelang Hari Raya Waisak. 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Karena tanggal 31 Mei 2026 adalah Hari Raya Waisak yang merupakan libur nasional, sejumlah umat Buddha sudah mulai mepersiapkan segala sesuatunya di momen penting ini.

Bagi mereka, Hari Raya Waisak merupakan titik balik.

Mereka akan mengadakan beberapa tradisi yang sudah dilakukan secara turun temurun.

Di sisi lain, ada juga yang membuat makanan tertentu khas kedaerahannya.

Karena itu lah, kami akan coba suguhkan tradisi dan juga makanan di momen Waisak.

Baca juga: 50 Ucapan Hari Raya Waisak 2026 / 2570 BE Penuh Kedamaian dan Kebahagiaan

Polsek Serbelawan melaksanakan pengamanan ibadah Hari Raya Waisak 2569 BE tahun 2025 di Vihara Mahayana, Jalan Listrik Serbelawan, Kelurahan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, pada Senin (12/05/2025) pukul 19.00 WIB hingga selesai.  
Polsek Serbelawan melaksanakan pengamanan ibadah Hari Raya Waisak 2569 BE tahun 2025 di Vihara Mahayana, Jalan Listrik Serbelawan, Kelurahan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, pada Senin (12/05/2025) pukul 19.00 WIB hingga selesai.   (Tribun Medan/ IST)

Tradisi Hari Raya Waisak

Waisak berasal dari dua bahasa yaitu Vaisakha (Sansekerta) dan Vesakha (Pali) yang berarti nama bulan dalam kalender Buddhis.

Adapun tema utama Hari Raya Waisak 2026 adalah "Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan, serta Cinta Kasih sebagai Sumber Perdamaian Dunia".

Di Indonesia, ada beberapa tradisi Hari Raya Waisak selain pelepasan lampion.

Berikut ini adalah kumpulan tradisi Hari Raya Waisak.

Baca juga: Apa Itu Koperasi Desa Merah Putih Beserta Cara Daftar dan Syaratnya

  •  di vihara atau kuil untuk merenungkan ajaran Buddha dan kedamaian.

  •  sebagai simbol kemurnian dan kesucian.

  • , yaitu tidak membunuh, tidak mencuri, tidak berbohong, tidak berzina, dan tidak mengonsumsi minuman keras.

  •  yang melambangkan penerangan dan mengusir kegelapan. Lilin biasanya berbentuk bunga lotus, simbol keindahan dan kemurnian.

  •  di vihara sebagai simbol penyucian hati dan pikiran.

  •  yang memiliki warna dan makna khusus.

  •  kepada para biksu dan orang yang membutuhkan sebagai wujud pengorbanan dan kebajikan.

  • , termasuk pengambilan air suci dan penyalaan obor, merupakan puncak perayaan Waisak di Indonesia'

Baca juga: Libur Hari Raya Waisak, Taman Wisata Iman Sepi, Ini Harapan Pengunjung

9 Kuliner Waisak

Anda bisa langsung menyalin teks di bawah ini untuk kebutuhan draf artikel:

1. Kue Burgo

Bagi masyarakat Palembang, kue burgo menjadi hidangan gurih yang kerap hadir menyemarakkan Hari Raya Waisak.

Meski menyandang nama "kue", kuliner satu ini sama sekali tidak manis. 

Burgo terbuat dari adonan tepung beras dan tapioka yang dikukus, lalu digulung hingga menyerupai otak-otak panjang.

Dalam penyajiannya, gulungan lembut ini dipotong-potong kecil lalu disiram kuah santan kuning yang kaya akan kaldu ikan gabus atau udang, lengkap dengan taburan bawang goreng.

Di balik tampilannya yang bersahaja, kue burgo membawa makna spiritual mendalam tentang ketulusan dan pentingnya menjalani hidup penuh kesederhanaan sesuai ajaran Buddha.

2. Tempoyak

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved