Demo Gugat DPR

MENCEKAM, Demo Gugat DPR Pecah di Medan, Satu Orang Dikabarkan Kritis!

Demo protes tunjangan DPR pecah di Medan. Satu orang dikabarkan kritis dibawa pakai ambulans.

Tayang:
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: M.Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Demo protes tunjangan DPR pecah di Medan. Watercanon ditembakkan aparat polisi ke arah ratusan penunjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumut yang mencoba menembus pagar, Selasa (26/7/2025). 

Barisan massa pun terbelah-belah. Amatan Tribun-Medan.com ada pengunjuk rasa yang ditangkap, dan diseret untuk diamankan ke arah gedung DPRD Sumut. 

"Kembalikan teman kami. Kami demo untuk menyuarakan tuntutan kepada wakil rakyat," kata pengunjuk rasa. 

Informasi beredar, ada pemdemo yang terpaksa dievakuasi usai terjadi bentrokan dengan aparat.

Kabarnya sudah dibawa dengan ambulans untuk penanganan medis. 

"Satu orang kritis, dibawa ambulans," kata seorang mahasiswa. 

Gelombang unjuk rasa sebagai bentuk protes keras pada tunjangan mewah anggota DPR mulai bergulir di Kota Medan.

Ratusan mahasiswa, yang didominasi almamater hijau dan biru muda mulai berorasi di depan Gedung Kantor DPRD Sumut. 

Massa berorasi di atas mobil pikup yang dilengkapi sistem pengeras suara.

Orator mendesak untuk bertemu langsung dengan anggota DPRD Sumut.

"Bapak polisi jangan halangi kami dengan anggota DPRD wakil rakyat. Biar kan kami menemui mereka, biarkan kami masuk ke kantor wakil rakyat kami," kata orator. 

Di sekitaran lokasi massa sempat membakar ban sebagai simbol perlawanan atas kebijakan pemerintah yang seakan tidak berpihak pada nasib rakyat dengan memberikan fasilitas lebih untuk anggota DPR.

Massa juga sempat melemparkan bangkai tikus ke dalam gedung DPRD Sumut.

Bangkai tikus mereka simbolkan sebagai tindakan koruptif para anggota DPR, yang hidup mewah menikmati fasilitas dari pajak masyarakat. 

Sebelumnya, beredar seruan aksi Aliansi Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) Bergerak menyerukan aksi massa bertajuk “Menggugat DPR: Selusin Tuntutan Rakyat. 

Aksi ini merupakan respons atas kondisi kebangsaan yang semakin terpuruk akibat praktik korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, dan kebijakan DPR yang dianggap jauh dari kepentingan rakyat.

Melalui aksi tersebut, mahasiswa membawa selusin tuntutan rakyat yang mencakup isu korupsi, demokrasi, hingga persoalan kebijakan publik di tingkat nasional maupun daerah.

"DPR seharusnya menjadi rumah rakyat, bukan rumah para elit yang berjarak dari penderitaan masyarakat. Hari ini, mahasiswa turun untuk menggugat dan memastikan suara rakyat tak lagi diabaikan," tegas Koordinator Aliansi Mahasiswa USU Bergerak dalam pernyataannya.

Gerakan ini diharapkan menjadi momentum untuk menekan DPR agar segera berpihak kepada rakyat dan menjalankan fungsi pengawasan, legislasi, serta anggaran dengan penuh tanggung jawab.

Hingga berita ini dinaikan, di sekitaran pukul 16.46 WIB massa masih memadati jalanan. Barikade polisi masih bersiaga dengan armada barakuda dan watercanon.

(dyk/tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved