Fedricho Salomo Purba Raih Juara Ke 3 Inkverse Tattoo Competition 2026

Seniman Tato Medan, Fedricho Salomo Purba, mengharumkan nama Sumatera Utara setelah meraih juara ketiga Inkverse Tattoo Competition 2026

Tayang:
TRIBUN MEDAN/HO/ Istimewa
Seniman Tato Medan, Fedricho Salomo Purba, mengharumkan nama Sumatera Utara setelah meraih juara ketiga Inkverse Tattoo Competition 2026 di Jakarta. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Seniman Tato Medan, Fedricho Salomo Purba, mengharumkan nama Sumatera Utara setelah meraih juara ketiga Inkverse Tattoo Competition 2026 di Jakarta.

Inkverse Tattoo Competition adalah ajang penuh gengsi bagi para seniman se-Indonesia.

Juri dalam kompetisi ini juga idola para seniman, di antaranya Hendric Shinigami, Durga, Maliq dan lainnya.

Fedricho membawa karya bergaya Japanese Tattoo, yang umumnya menggabungkan simbol mitologi untuk menyampaikan nilai keberanian hingga penghormatan kepada leluhur.

Pencapaian ini bagi Fedricho bukan hal biasa, ini bukti seniman daerah mampu bersaing di level nasional.

Pendiri Medan Tattoo Studio tersebut bahkan mendiklar ini bukan kemenangan pribadi tapi mengharumkan nama Kota Medan dan Sumatera Utara.

“Bagi saya, ini bukan sekadar juara. Ini cara saya membawa nama Medan dan Sumatera Utara ke panggung nasional. Saya ingin anak-anak kreatif di Medan percaya bahwa karya dari daerah juga bisa bersaing,” ujar Fedricho.

Baca juga: Medan Tattoo Studio: Studio Tato dan Piercing Terbesar di Medan

Ke depan, Fedricho ingin terus mengembangkan Medan Tattoo Studio sebagai ruang kreatif yang profesional, aman, higienis, dan menjadi tempat berkembang bagi artist muda di Sumatera Utara.

Menurutnya, tattoo bukan hanya soal gambar di kulit, tetapi juga soal teknik, karakter, kepercayaan dan tanggung jawab seorang seniman kepada klien.

Prestasi ini ia harapkan bisa mengubur stigma negatif terhadap tattoo yang melambangkan nilai kejahatan dan kriminalitas.

Cintai Seni sejak SMA

Fedricho Salomo Purba mencintai seni rupa sejak bangku SMA.

Dirinya mengatakan bahwa seni rupa bukanlah talenta bawaan lahir, namun merupakan hasil dari sebuah proses dan pengalaman.

"Saya baru berkecimpung di seni rupa itu waktu kelas 3 SMA loh. Setelah saya tamat saya tidak langsung kuliah di Seni Rupa Universitas Negeri Medan (Unimed), saya belajar otodidak selama dua tahun dulu. Jadi sebenarnya perlu kerja keras dan pengalaman," kata Fedricho Salomo Purba.

Kerja keras bertahun-tahun membuahkan hasil.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved