Curhat Warga Batangtoru
CURHAT WARGA BATANGTORU ke Menteri Bahlil: Semua Habis Pak Akibat Banjir!
Curhat warga Garoga, Batangtoru, Tapanuli Selatan (Tapsel) ke Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Penulis: Azis Husein Hasibuan | Editor: Tria Rizki
TRIBUN-MEDAN.COM - Curhat warga Garoga, Batangtoru, Tapanuli Selatan (Tapsel) ke Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Menteri ESDM tiba di Garoga, satu desa di Batangtoru yang kondisinya nyaris hilang disapu banjir bandang.
Garoga merupakan desa terparah diterjang banjir bandang Batangtoru. Kondisinya nyaris hilang.
Desa perbatasan Tapsel dengan Tapanuli Tengah (Tapteng) dihuni 245 kepala keluarga. Mayoritas sebagai petani.
Saat Bahlil tiba di Garoga, Selasa (2/12/2025) sore, warga bernama Riswan Pohan langsung menyampaikan curahan hatinya. Riswan adalah seorang kepala desa.
Gagal panen, terjerat utang
Diceritakan Riswa, kondisi warga Garoga menderita akibat banjir bandang ini, apalagi sawah mereka kini sudah gagal panen.
Penderitaan mereka semakin bertamah akibat terlilit utang untuk modal bersawah.
"Banyak warga di sini meminjam uang dari program KUR (kredit usaha rakyat). Sekarang sawah kami terendam. Banyak warga gagal panen. Mau bayar pakai apa kami, pak?' ucap Riswan.
Riswan mengakui, lahan sawah milik warga Garoga seluas 45 hektare kondisinya gagal panen karena banjir bandang.
Ia kemudian menceritakan asal kayu gelondongan yang ikut terseret saat banjir bandang.
"Ada katanya sebuah perusaahan yang tebang pohon untuk kebuh sawit di hulu sana," ujarnya.
(ase/tribun-medan.com)
| Ayam Panggang Diduga Jadi Pemicu, Sejumlah Siswa Diduga Keracunan MBG |
|
|---|
| Dapat bantuan Rp 3 Miliar, Dua Daerah Sumut Raih Creative Financing dari Mendagri |
|
|---|
| KASUS Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dibawa ke Pengadilan Militer, KontraS: Kami Tidak Mau Datang |
|
|---|
| KemenHAM Sumut Fasilitasi Mediasi Dugaan Malapraktik RS UMSU, Semua Pihak Sepakat Cari Solusi |
|
|---|
| Refleksi Kritis Para Pakar: Kemajuan Digital tak Boleh Cabut Akar Kemanusiaan |
|
|---|