Banjir dan Longsor di Sumut
Derita Warga Garoga Puasa Sahur Makan Mi Instan
Puasa tinggalkan kampung halaman, curhat warga korban banjir Garoga sebut tak perlu baju lebaran. Minta rumah Huntara cepat selesai.
Penulis: Azis Husein Hasibuan | Editor: Tria Rizki
Pemerintah menyatakan Garoga kini berada di zona merah.
Oleh sebab itu, para warga direlokasi hingga sekarang bertahan hidup di tenda huntara menunggu pembangunan huntap selesai.
Kini mereka hanya bisa pasrah dan berharap pembangunan huntap bisa selesai secepat mungkin.
Karena sudah tiga bulan warga sengsara tak punya tempat tinggal usai kampung halaman mereka hilang.
(ase/ Tribun-medan.com)
Berita Terkait: #Banjir dan Longsor di Sumut
| Kunjungi Tapteng, Titiek Soeharto dan Kapolri Bawa Bantuan 16 Truk: Semoga Bisa Bermanfaat |
|
|---|
| 33 Korban Banjir dan Longsor Tapanuli Tengah Masih Belum Ditemukan, Begini Kata Basarnas |
|
|---|
| Kepastian Akan Ada Tersangka Banjir Bandang Garoga, Kejagung Terus Dalami Keterlibatan PT TBS |
|
|---|
| Dana Bansos dari Kemensos Tak Kunjung Cair, Warga Hutanabolon Tapteng Masih Tunggu Janji Pemerintah |
|
|---|
| Ketika Anies Sebut Deforestasi 97 Persen Berstatus Legal, 5,4 Juta Pohon di Hutan Batangtoru Hilang |
|
|---|