TribunMedan/
Home »

Cetak

Diskusi Tribun Bersama Pembuat Jejaring Sosial Medan

Berprestasi Meski Sepi Perhatian

Dunia maya itu potensial. Masa depan bisnis ada di sini. Lihat saja daftar orang kaya dunia, didominasi praktisi dunia informasi teknologi.

Berprestasi Meski Sepi Perhatian
TRIBUN MEDAN/MOHAMAD YOENUS
JEJARING SOSIAL - Kru jejaring sosial www.letterater.com Palit Hanafi Lubis (kanan) dan rekannya Bambang Saswanda Haharap (tengah) berdiskusi di redaksi Tribun, Sabtu (03
Laporan Reporter Tribun Medan

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dunia maya itu potensial. Masa depan bisnis ada di sini. Lihat saja daftar orang kaya dunia, didominasi praktisi dunia informasi teknologi.

Optimisme inilah yang mendasari kelahiran situs jejaring sosial lokal, www.letterater.com. Sejak dirilis dalam versi beta, Juli 2011, jejaring sosial yang menggabungkan kelebihan facebook, twitter dan blogger sudah memiliki 3.000 member dengan lebih dari 5.000 konten.  

Jejaring sosial bertagline Karya Anak Negeri hasil karya Palit Hanafi Lubis dan rekannya Bambang Saswanda Harahap ini lebih fokus pada bidang karya tulis atau karya sastra seperti cerpen, puisi, esai, dan buku.

"Kami mendirikan jejaring sosial seperti ini, dengan gagasan  menulis itu sudah merupakan kebutuhan manusia," kata Bambang dalam diskusi di redaksi Tribun, Jl Gatot Subroto No 449 D-G, Medan, Sabtu (3/12).

Situs Letterater memungkinkan seorang member bisa melihat karya member lain meski mereka tidak terhubung sebagai teman. Di letterrater, seorang user juga bisa secara mudah melihat karya member hanya dengan mengklik kategorinya.

"Ini yang membedakan letterater dengan jejaring sosial lain seperti Facebook, atau Twitter. Di mana di jejaring sosial kita bisa melihat tulisan dan komentar jika kita sudah berteman," kata Bambang.

Kekuatan lain letterater adalah, memungkinkan sebuah karya menjadi terkenal dan masuk daftar terpopuler jika sudah sering dilihat netter lain. Sehingga ini akan membuat sebuah karya dapat menjadi lebih dikenal dan siap dibukukan.

"Kalau banyak yang suka dengan tulisan tersebut, maka tulisan tersebut masuk kedalam tulisan populer yang nantinya dibukukan setiap enam bulan sekali," kata Palit.

Palit dan Bambang, dua alumni Universitas Sumatera Utara yang menggagas letterater sejak digagas Mei 2011 hingga akhir November lalu sudah menggelontorkan uang Rp 75 juta.

Dana itu diperoleh Palit dan Bambang dari menyisihkan penghasilan dan tabungan sebagai staf IT. Namun keduanya mengakui, saat ini mereka mulai kesulitan dana untuk mengembangkan jejaring sosial ini lebih maksimal.

Sayang, ketika mereka meminta pengusaha dan pejabat pemerintah di Medan memberikan testimoni letterater, keduanya  lebih banyak kecewa karena tak ditanggapi. Padahal dari testimoni itu, mereka bisa lebih mendongkrak imej, popularitas dan kredibilitas www.letterater.com.

"Dengan testimoni diharapkan bisa mengerek branding kita sehingga pengiklan mau memasang produknya di situs kita," tutur Palit. (akb) Selengkapnya baca edisi cetak halaman 1 hari ini

 


Penulis: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help