Citizen Reporter

Indahnya Kota Kelahiran Mozart

Aku mendapatkan perjalanan sangat menarik saat mengunjungi kampung halaman komponis terkemuka dunia, Mozart, di Salzburg, Austria, 7-16 Maret.

Indahnya Kota Kelahiran Mozart
TRIBUN / IST
JENNIE Advisor Jess & Co Tour and Travel
TRIBUN-MEDAN.com - Aku mendapatkan perjalanan sangat menarik saat mengunjungi kampung halaman komponis terkemuka dunia, Mozart, di Salzburg, Austria, 7-16 Maret.

Pemerintah Kota Salzburg membuat Mozarteum, museum peninggalan benda-benda sang komponis.

Perjalananku merupakan insentif dari perusahaan Family Bike. Setiap distributor yang mencapai target penjualan mendapatkan jalan-jalan gratis ke Eropa.

Rombongan kami berjumlah, 89 orang dari Indonesia berangkat dari Jakarta, menggunakan pesawat Qatar Airlines. Kami transit di Doha, Qatar, kemudian menuju Budapest, Hungaria. Perjalanan menuju Salzburg menggunakan bus pariwisata melewati negara Slovakia, Rep Ceko baru menuju Kota Salzburg.

Tadinya mendapatkan visa ke negara-negara bekas komunis ini sangat sulit, karena mereka merupakan negara tertutup, namun setelah bergabung di Uni Eropa cukup terbuka, termasuk untuk mendapatkan visa.

Beberapa negara juga sudah menggunakan mata uang Euro. Namun, ada beberapa negara yang masih menggunakan mata uang lokal, untuk menghindari inflasi yang tinggi jika menggunakan mata uang bersama.

Saya mendapatkan visa berkunjung ke Austria dari Uni Eropa, karena saat ini untuk mendapatkan dokumen tersebut sudah menggunakan satu pintu. Ini karena Austria sudah menjadi negara anggota Uni Eropa.

Salzburg merupakan satu kota terindah di Austria, dan merupakan kota dengan jumlah wisatawan terbanyak kedua setelah Vienna, ibu kota Austria. Sungai Salzach yang mengalir melewati kota ini menambah daya tarik bagi para turis asing. Selama abad ke-19, sungai ini menjadi jalur transportasi penting dalam bidang ekonomi perdagangan. Terutama antara Austria dan Jerman karena sungai ini memang mengalir di kedua negara tersebut.

Beruntung, musim dingin sudah mulai berakhir dan beralih kepada musim semi, saat kami tiba di Salzburg. Namun demikian dinginnya udara masih menusuk ke tulang. Bahkan saya harus memakai pakaian dua lapis.

Kami melewati Mozarteum, kemudian menuju sisi sungai Salzach, air sungainya bening, di sisi sungai terjajar bangunan-bangunan yang bentuk dan warnanya unik.

Pemandangan di tempat ini sungguh luar biasa indahnya, saya sangat terkesan bagaimana bangunan-bangunan tua sangat terawat dengan baik dan bisa menjadi tujuan wisata yang menarik.

Di seberang sungai, ada jalan bernama Getreidegasse, di situlah Mozart Geburthaus atau Mozart dilahirkan. Kami langsung masuk, sambil mendengarkan musik-musiknya, dan melihat-lihat. Di dalamnya seperti museum, banyak benda-benda peninggalan Mozart. (riz)

Penulis: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help