Gempar Tuntut Pemilukada Bersih
Puluhan pendemo yang mengatasnamakan dirinya sebagai
Laporan wartawan Tribun Medan/Joseph Ginting
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-Puluhan pendemo yang mengatasnamakan dirinya sebagai Elemen Gerakan Mahasiswa Penyelamat Amanat Rakyat (Gempar) melakukan demo di Jalan di depan DPRD Sumut, jalan Imam Bonjol, Senin (18/2/2013). Para pendemo ini tidak diperkenankan aparat kepolisian untuk melakukan unjuk rasa di depan DPRD Sumut.
Orator aksi, Nasir Dulay, pada orasinya, mengatakan, Pemilukada yang berlangsung 7 Maret ini telah tercela dengan cara-cara kotor dan tercela yakni fitnah, politik uang, politik adu domba dan politik zolim.
"Kami mengajak masyarakat untuk menghancurkan keburukan dancara-cara keji untuk memenangkan Pemilukada," ujarnya.
Tuntutan mereka antara lain, agar Panawaslu bekerja cerdas, KPU bekerja maksimal, Cagub dan Cawagub melakukan cara terpuji untuk menjadi Gubernur.
Walaupun tidak diberikan kesempatan untuk berdemo di depan DPRD, namun pendemo yang berasal dari gabungan dari unsur mahasiswa, USU, Unimed, IAIN, UMN, Polmed ini tetap bersemangat melakukan orasi.
(Cr4/tribun-medan.com)