Pro Kontra Kenaikan Tarif Angkot

Rencana kenaikan tarif angkutan perkotaan mulai Senin (26/4) pukul

Tayang:
Editor: Muhammad Tazli


Laporan Wartawab Tribun Medan/Liston Damanik

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-Rencana kenaikan tarif angkutan perkotaan mulai Senin (26/4) pukul 00.00 menuai reaksi yang beragam dari warga Kota Medan. Kebanyakan pendapat mengatakan, kenaikan tarif dari Rp2.800 per estafet (10 kilometer) untuk umum menjadi Rp 3.800 dan Rp1.800 untuk pelajar dinaikkan Rp 2.500 (pelajar dan mahasiswa) terlalu tinggi.

Respon negatif ini menjadi warna dominan pada fan page tribun-medan.com di Facebook yang menanyakan tanggapan warga mengenai dikeluarkannya Peraturan Wali Kota Medan No. 11 Tahun 2013 tentang tentang Tarif Angkutan Perkotaan dengan Mobil Bus dan Mobil Penumpang Umum. Namun, ada juga yang berpendapat kenaikan wajar jika diikuti dengan peningkatan pelayanan.

Izzah warga Medan Johor menilai kenaikan tarif angkot untuk penumpang menjadi Rp 3.800 terlalu tinggi. Karena mahasiswa, jika naik angkot dari rumahnya di Jalan Eka Rasmi ke kampus USU Padangbulan, ia dimintai ongkos Rp 2.500.

“Terasa jugalah. Kalau begitu terpaksa minta uang jajan naik. Sebenarnya kenaikan tarif karena apa?” katanya.

Ketua Organda Medan MG Munthe mengatakan, besaran kenaikan tarif angkot telah melalui survei bersama pemerintah . Ia mengklaim pengusaha bahkan harus menekan kenaikan lebih rendah dari pada biaya riil operasional angkot.

“Biaya untuk mengangkut satu penumpang per estafet sebenarnya Rp 5.100. Namun, kami memikirkan harga yang wajar bagi masyarakat makanya ditetapkan Rp 3.800,” katanya.

Menurut Direktur Rahayu Medan Ceria (RMC) ini, masyarakat cenderung menganggap pengeluaran pengusaha dan sopir angkot sebatas bahan bakar minyak. Padahal, lanjutnya, masih ada biaya lain seperti pembelian suku cadang dan biaya pengurusan izin yang menentukan tarif sebuah angkot.

Pun demikian, Munthe yakin pelanggan angkot tidak akan meninggalkan mereka dan beralih ke sepeda motor. (ton/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved