Sabtu, 22 November 2014
Tribun Medan

Roda Empat Disediakan Menuju Bandara Kuala Namu

Selasa, 23 Juli 2013 20:24 WIB

Laporan reporter magang/Yosua A I Sagala

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Jelang soft opening Bandara Internasional Kuala Namu 25 Juli mendatang, pihak Dinas Perhubungan Sumatera Utara (Dishub) menyediakan sistem tranportasi guna memudahkan masyarakat menuju bandara.

“Masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas taksi dan bus yang telah disediakan oleh pihak Dinas Perhubungan. Tetapi, tidak semua taksi dan bus dapat dipakai oleh masyarakat. Taksi yang dapat dipakai oleh masyarakat antara lain Blue Bird, Puskopau, Kokapura, Karsa, Matra, Express, dan Nice. Sedangkan untuk bus sendiri, masyarakat dapat memanfaatkan jasa PT. Antar Lintas Sumatera (ALS) dan Damri.”, kata Kepala Dinas Perhubungan Sumatra Utara, Anthony Siahaan.  

Menurut Anthony Siahaan, total kesuluruhan  fasilitas yang telah disiapkan oleh pihak Dishubsu berjumlah 408 kendaraan, yang terdiri dari 380 armada taksi dan 28 armada bus.

Anthony menekankan tidak semua taksi dan bus yang dapat beroperasi untuk tujuan ke Bandara Kuala Namu, hanya armada yang sudah memperoleh Kartu Pengawasan yang telah diterbitkan oleh Dishubsu dan secara otomatis armada yang telah memperoleh Kartu Pengawasan ini dapat memperoleh sebuah sticker yang mana dikeluarkan oleh pihak Angkasa Pura dan menjadi tanda armada yang dapat beroperasi ke Bandara Internasional Kuala Namu.

Tidak hanya itu, menurut Anthony Siahaan, setiap kendaraan khususnya taksi, akan diberikan nomor lambung yang baru agar dapat memudahkan masyarakat untuk membedakan kendaraan yang dikhususkan ditujukan ke Bandara Internasional Kuala Namu.

“Masyarakat dapat memanfaatkan bus Damri di dua titik di kota Medan, yaitu di Plaza Medan Fair dan Stasiun Amplas. Sedangkan untuk masyarakat Binjai, dapat memakai jasa PT. ALS. Masyarakat juga dapat memanfaatkan fasilitas taksi dengan cara menghubungi kantor armada taksi masing-masing, dan perlu diingat hanya taksi dan bus yang memiliki sticker yang dapat menuju Bandara Internasional Kuala Namu.”, kata  Anthony Siahan selaku Kepala Dinas Perhubungan Sumatra Utara.

Menurut Anthony, tujuan pembuatan sticker untuk masing-masing bus dan taksi adalah agar tidak semua taksi dan bus dapat sesuka hati mengangkut penumpang yang ingin ke Bandara Internasional Kuala Namu. Antisipasi yang sedang dilakukan pihak Dishubsu adalah melakukan pengawasan yang intens, dan jika terjadi pelanggaran maka akan dilakukan tindakan tegas seperti penilangan dan peringatan yang akan ditujukan langsung ke armada masing-masing.

Selain mengantisipasi taksi yang tidak ada dilengkapi sticker, pengawasan terhadap taksi gelap yang sering terjadi di Bandara Soekarno Hatta juga akan dilakukan pengawan intens dan juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar masyarakat hanya memakai jasa angkutan yang sudah ditentukan oleh pihak DISHUBSU. Selain melakukan inspeksi secara intens, setiap plat kendaran yang masuk ke Bandara Internasional Kuala Namu akan di scan untuk menghindari terjadinya pelanggaran.

Kesiapan masing-masing Pemadu Moda ke Bandara Internasional Kuala Namu, sampai saat ini diujar oleh Anthony sudah hampir selesai. Hanya tinggal menunggu pihak Damri yang masih memakai plat polisi Jakarta.
Menurut Yudi Kusbianto, selaku Kepala Bagian Operasi Damri, alasan pihak Damri masih memakai plat polisi Jakarta dikarenakan bus yang nantinya akan digunakan masih di karoseri, jadi selama di karoseri, bus yang digunakan adalah bus yang didatangkan langsung dari Jakarta.

Dan jika sudah selesai, maka bus yang sekarang dipakai akan dikembalikan ke Jakarta dan akan memakai bus yang selama ini berada di karoseri. Ujar Anthony Siahaan, adapun persyaratan yang harus dipenuhi oleh masing-masing armada, baik itu taksi ataupun bus. Untuk bus sendiri, bus yang dipakai adalah bus kelas eksekutif, setiap bus harus memasang sticker sebanyak dua buah yang diletakan di kaca depan dan belakang, terdapat logo dan nama perusahaan, terdapat tulisan “ANGKUTAN PEMADU MODA” yang ditulis dengan huruf balok.

Sedangkan untuk taksi, persyaratan yang harus dipenuhi antara lain kaca film di setiap taksi tidak boleh melebihi tingkat kegelapan yang telah ditentukan yaitu 60%, setiap taksi juga harus dilengkapi dengan argo, umur taksi maksimal 5 tahun, lampu bahaya diletakkan di kanan logo taksi, tanda pengenal supir taksi diletakkan diatas dashboard, dan persyaratan lainnya.

Untuk tarif taksi yang sendiri, dikenakan biaya seperti biaya buka pintu sebesar Rp. 6000, biaya per kilometer Rp. 3500, dan biaya waktu tunggu sebesar Rp. 35.000. Untuk menghindari kegiatan penaikan tarif sepihak, pihak Dishubsu akan melakukan inspeksi rutin agar masyarakat tidak kebingungan di kemudian hari.

Selain itu, detail jumlah taksi yang akan dioperasikan oleh Dishubsu, yaitu armada Pukopau menyediakan sebanyak 100 armada, Blue Bird sebanyak 95 armada, Kokapura sebanyak 50 armada, Express sebanyak 45 armada, Karsa sebanyak 39 armada, Matra sebanyak 30 armada, dan Nice menyediakan 21 armada.

Untuk taksi sendiri, masing-masing taksi yang telah dibuat sticker hanya dapat beroperasi ke Bandara Internasional Kuala Namu saja. Hal ini dilakukan untuk menghindari persaingan yang tidak sehat antar masing-masing armada meskipun masih berada dinaungan perusahaan yang sama.

Dengan harapan yang besar, Anthony Siahaan mengharapkan rencana yang telah disiapakn oleh Dishubsu dapat berjalan dengan lancar dan didampingi dengan sosialisasi yang intens kepada masyarakat.

(*/tribun-medan.com)

Editor: Raden Armand Firdaus
Sumber: Tribun Medan

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas