Baca Selengkapnya di Tribun Medan

Kapolri Duga Ada Provokator

Memalukan. Dua instansi yang dibiayai negara untuk memberikan rasa aman yakni TNI dan Polri, malah menyebar ketakutan. Itulah yang terjadi

Tayang:

- Peluru Tewaskan Praka Marpaung Bukan Milik Brimob
- Almarhum Habiskan Masa Sekolah di Pematangsiantar

TRIBUN-MEDAN.com, BATAM - Memalukan. Dua instansi yang dibiayai negara untuk memberikan rasa aman yakni TNI dan Polri, malah menyebar ketakutan. Itulah yang terjadi saat puluhan anggota Yonif 134/TS mengepung hingga menyerbu Mako Brimobda Kepri, Rabu (19/11).

Tak hanya itu, dalam insiden ini, peluru yang seharusnya ditujukan pada musuh, malah merenggut nyawa anggota Yonif 134/TS, Prajurit Kepala Joni Kesuma Marpaung. Jasad JK Marpaung, dikebumikan di kampung halamannya, Pulau Bandring, Kabupaten Asahan, Kamis (20/11).

Selain itu, satu warga sipil, Kamdani (36), tertembak di paha kanannya masih menjalani perawatan di Kamdani masih dirawat di RS Otorita Batam, Sekupang. Namun Kapolri Jenderal Sutarman menduga pihak tertentu yang menjadi provokator dalam insiden ini. Bahkan Kapolri menyebut peluru yang menewaskan JK Marpaung, bukan peluru Brimobda Polda Kepri.

Jasad Praka JK Marpaung, anggota Yonif 134/TS Barelang diterbang ke Medan, sekitar pukul 07.00 WIB melalui Bandara Hang Nadim Batam. "Tadi jasadnya Praka JK Marpaung keluar dari RSUD Embung Fatimah dibawa keluar sekitar pukul 05.30 WIB. Saya tidak tahu dibawa ke mana, apakah dibawa ke rumah atau ke kampungnya, saya tidak tahu," ujar petugas RSUD Embung Fatimah. Baca selengkapnya di Harian Tribun Medan Edisi Jumat (21/11/2014) BESOK

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved