Breaking News

Kasihan . . Digerogoti Virus Rubella, Hampir Semua Organ Bayi Mungil Ini Rusak

Di hari berikutnya membuat kami bertambah syok hasil pemeriksaan dari ruang echo, menunjukan ada kelainan pada jantungnya

Penulis: Muhammad Tazli | Editor: Muhammad Tazli
IST
Iftiya 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -Tidak ada yang menyangka, Iftiyah, bayi mungil yang berusia 7 bulan pada tanggal 1 Februari 2017 lalu ini, mengalami penyakit yang begitu serius. Sekilas ia terlihat sehat, tampak ceria meski harus merasakan berbagai cobaan berat di usianya yang sangat belia.

Selain kedua matanya yang divonis katarak, sekitar jantung buah hati dari pasangan Kesuma Ramadhan dan Ratih Rachmadona ini juga mengalami kebocoran.

BACA JUGA: KISAH POLISI SAYUR GADAIKAN RUMAH HINGGA DISURUH ISTRI TIDUR DI GARASI DEMI MENOLONG WARGA

Baca: Kisah Mengharukan di Balik Foto Bayi Tersenyum meski Didera Sakit Hebat, Videonya Viral

Bukan hanya itu, pendengarannya pun ternyata ikut terganggu yang menurut medis dirinya menderita ketuliaan dengan kadar sedang menuju berat.

Ternyata iftiyah diserang virus rubella.

Iftiyah Ramadhan, dilahirkan dengan berat 1,7 kg dan masuk kategori Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Sebenarnya ia lahir normal, tidak premature. Namun BBLR tersebut membuat Iftiyah harus berada di ruang incubator RS Bunda Thamrin Medan sepekan.

Setelah mendapatkan perawatan, tepat pada tanggal 7 Juli 2016, Ia pun dibawa pulang dengan harapan dapat tumbuh dengan berat badan normal seperti anak-anak sehat lainnya. Namun, Tuhan berkehendak lain, bola mata Iftiyah mulai tampak berbeda.

BACA: KISAH CINTA KORBAN FOTO RUSSEL CAMAT HINGGA TEGA MENGAKHIRI HIDUPNYA, BUNUH DIRI

“Tak berselang lama setelah kedatangan Iftiyah di rumah, kami mulai mencurigai matanya. Akhirnya kami pun mengantarkan Ia kembali ke RSUD dr Pirngadi. Setelah diperiksa, dokter menyatakan katarak kongenital,” ujar Ratih menceritakan kisah buah hatinya itu, sepeti dikutip Baguskali.com.

Iftiyah pun menjalani operasi, penglihatannya masih bisa diselamatkan melalui operasi dan tanam lensa. Tak sampai di sini, sebelum operasi pengangkatan katarak dilakukan, Iftiyah diharuskan melakukan serangkaian pemeriksaan medis antara lain cek darah, jantung dan rontgen paru-paru. Dari hasil pemeriksaan ketiganya, dokter menemukan ada kelainan.

Baca: Dosen UINSU Menderita Penyakit Langka, Butuh Biaya Pengobatan Rp 500 juta

“Hasil rontgen paru-paru menunjukan saat itu, Iftiyah terkena bronco pneumoni namun dokter spesialis anak yang lain menyatakan diagnosa itu salah. Dokter spesialis jantung saat itu juga mulai mencurigai ada virus toxo dan rubella yang menyerang Iftiyah dari sejak dalam kandungan. Alhasil, operasi pun sempat ditunda selama seminggu dan baru dilaksanakan pada 21 Oktober 2016,” katanya.

Cobaan hidup Iftiyah belum berhenti sampai disitu, ia harus kembali menjalani serangkaian tindakan medis karena suhu tubuhnya yang kerap mengalami demam tinggi. Ia bahkan sempat dirawat inap selama tiga hari akibat adanya infeksi pada darahnya.

“Saya tidak begitu mengerti istilah kedokterannya, tapi begitulah yang disampaikan dokter pada kami saat itu,” ujarnya.

Baca Juga:  Bayi Mati Kelaparan Setelah Lima Hari Ayah-Ibunya Overdosis Narkoba

Singkat cerita, dokterpun menyarankan agar Iftiyah dirujuk ke rumah sakit RSUP H Adam Malik untuk diperiksa lebih lanjut terkait indikasi adanya virus toxo dan rubella yang menyerang beberapa organ dalam tubuhnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved