Kasus Ahok
Pernah Kalah saat Jadi Duet Cagub-Cawagub, Ini Kesaksian Eko Cahyono soal Ahok yang Mengejutkan
Dirinya pun menjelaskan pernah bersama-sama dengan Ahok maju dalam Pemilihan Gubernur Bangka Belitung pada tahun 2007.
TRIBUN-MEDAN.com - Wakil Rektor Universitas Darma Persada Jakarta Eko Cahyono bersaksi untuk terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam sidang kasus dugaan penodaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian, Selasa (7/3/2017).
Dalam persidangan mantan calon Wakil Gubernur Bangka Belitung 2007-2012 ini mengaku sudah kenal dengan Ahok, semasa dirinya menjadi Kepala Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Provinsi Bangka Belitung.
Baca: Menyimak Alasan Hakim di Balik Penolakan Kakak Angkat Ahok Jadi Saksi
Baca: Mengagetkan, Selagi Masih Hidup Jupe Tagih Janji Ahok, Akun Instagramnya Mendadak Dijejali Haters
Baca: Mendadak Pengaduan Warga di Balai Kota Sepi setelah Ahok Cuti, Kenapa Demikian?
Perkenalan itu terbangun sejak tahun 2005.
Dirinya pun menjelaskan pernah bersama-sama dengan Ahok maju dalam Pemilihan Gubernur Bangka Belitung pada tahun 2007.
Dia mencalonkan diri sebagai sebagai calon Wakil Gubernur Bangka Belitung dan Ahok sebagai calon Gubernurnya.
Namun mereka kalah karena beberapa hal.
"Kalah yang mulia. Di urutan kedua. Satu putaran. Selisihnya tipis, saat itu banyak sekali pemilih yang tidak memiliki kartu panggilan," kata Eko.
Selain itu, Eko mengatakan, saat itu banyak ajakan jangan memilih pemimpin non-muslim di sana.
"Ada banyak di Provinsi Bangka Belitung. Mereka (warga) dilarang pilih pemimpin non muslim. Disampaikan juga di masjid saat salat Jumat sama ditulis di selebaran-selebaran. Itu hal biasa di sana," kata Eko.
Eko yang beragama muslim itu menegaskan bahwa ia mau berdampingan dengan Ahok yang beragama non muslim dan maju dalam pemilihan gubernur Bupati Belitung karena kinerja Ahok bagus.
Sehingga, akhirnya ia memutuskan untuk maju bersama Ahok, meski akhirnya kalah.
"Saya dapat kabar, semenjak dipegang Pak Basuki, Belitung Timur maju. Beliau juga bersih dan anti korupsi. Karena beliau banyak kerja dari daerah baru dimekarkan jadi maju," katanya.