TribunMedan/

Breaking News

BREAKING NEWS: Pengendara Mobil Hindari Lapangan Merdeka dan Stasiun Kereta Api, Ada Kejadian Ini

Bagi Anda pengguna mobil di Kota Medan untuk saat ini sebaiknya tidak melintas di seputaran Lapangan Merdeka.

BREAKING NEWS: Pengendara Mobil Hindari Lapangan Merdeka dan Stasiun Kereta Api, Ada Kejadian Ini
Tribun-Medan.com/ Array Argus
Petugas Sabhara Polrestabes Medan tampak mengawal ratusan parbetor yang hendak mengepung kantor Wali Kota Medan, Senin (20/3/2017). (Tribun-Medan.com/ Array Argus) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Array A Argus

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Bagi Anda pengguna mobil di Kota Medan untuk saat ini sebaiknya tidak melintas di seputaran Lapangan Merdeka, persisnya di depan Stasiun Kereta Api.

Baca: BREAKING NEWS: Ratusan Parbetor Bersiap Kepung Kantor Wali Kota, Ada Apa Gerangan?

Baca: Mengintip Keberadaan Gaston Castano Sekarang, Inikah Alasannya Tak Menjenguk Jupe? Simak Responsnya

Pasalnya, ratusan penarik betor (parbetor) menutup jalan karena hendak mengepung kantor Walikota Medan di Jl Kapten Maulana Lubis.

Dari pantauan Tribun, Senin (20/3/2017), kendaraan yang datang dari arah Jl HM Yamin terpaksa melintas ke arah Jl MT Haryono. Masyarakat yang hendak melintas menuju Jl Ahmad Yani terpaksa berputar-putar lantaran jalan diblokade.

Baca: Siapa Sangka Benda Lucu Ini Bisa Renggut Nyawa Bayi Berusia 14 Minggu, Jagalah Bayi Anda

Baca: Selfie Maut, Remaja Ini Tewas Kesetrum usai Berswafoto di Atas Sutet

ILUSTRASI - Tomi Luki Saputra, warga Jalan Mangga, Kelurahan Kejuron, Kota Madiun harus membayar dengan nyawanya setelah tersambar kereta api saat selfie atau swafoto. (net)
ILUSTRASI - Tomi Luki Saputra, warga Jalan Mangga, Kelurahan Kejuron, Kota Madiun harus membayar dengan nyawanya setelah tersambar kereta api saat selfie atau swafoto. (net) (net)

Guna mengurai arus lalulintas, petugas Polrestabes Medan dibantu petugas Dinas Perhubungan.

Meski begitu, arus lalin tetap macet karena jumlah penarik betor semakin bertambah.

Berdasarkan informasi di lapangan, adapun kemacetan terjadi di Jl Ahmad Yani, Jl Hindu, dan Jl Perdana.

Kendaraan yang melintas di jalan-jalan tersebut dipastikan tidak akan bergerak sama sekali.

Menurut Ketua Solidaritas Angkutan Transportasi Umum (SATU) Sumatera Utara, Johan Merdeka, aksi ini merupakan buntut keberadaan angkutan berbasis online.

Johan dan para penarik betor meminta Pemko Medan menutup angkutan tersebut karena dianggap mematikan keberadaan parbetor.

(ray/tribun-medan.com)

Editor: Randy Hutagaol
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help