Setelah Makan Nasi Kotak pada Upacara Penyucian, 124 Orang Keracunan
Keracunan krama Badung ini terjadi setelah mengonsumsi nasi bungkus usai melaksanakan upacara penyucian atau melasti di Pantai Batu Bolong.
TRIBUN-MEDAN.COM, MANGUPURA - Sebanyak 124 warga Badung yang berasal Kelurahan Kapal, Mengwi, Badung, Bali, dilarikan ke Rumah Sakit dan puskesmas terdekat lantaran diduga mengalami keracunan makanan.
Keracunan krama Badung ini terjadi setelah mengonsumsi nasi bungkus usai melaksanakan upacara penyucian atau melasti di Pantai Batu Bolong, Desa Canggu, Kuta Utara, Sabtu (25/3/2017).
Menurut data yang berhasil diperoleh, dari pukul 14.30 Wita hingga pukul 18.30 Wita jumlah total warga yang diduga keracunan dan harus mendapatkan penanganan medis baik itu di Rumah sakit maupun Puskesmas sebanyak 124 orang dengan rentan usia dari 10 – 75 tahun.
Baca: BREAKING NEWS: Makan Nasi Kotak saat Acara Adat, 68 Orang di Desa Ini Keracunan
Baca: NEWS VIDEO: Tak Hanya Sekadar Menjenguk, Bupati Ini Bantu Pasang Infus Korban Keracunan
Dengan rincian, yang mendapatkan penanganan di RSUD Mangusada Badung berjumlah 62 orang, Puskesmas Mengwi I berjumlah 4 orang, Puskesmas Mengwi II ada 3 orang, dan yang dirawat jalan berjumlah 55 orang.
Namun, dari total yang dirawat di RSUD Mangusada Badung, ada 1 orang warga yang saat ini harus menjalani opname. Hal itu dikarenakan kondisinya yang masih belum stabil.
Keseluruhan warga yang mendapat perawatan bai itu Rumah Sakit maupun Puskesmas berasal dari tiga banjar yang ada di Kelurahan Kapal, diantaranya Banjar Tambak Sari ada 54 orang, banjar Muncan 14 orang, dan Banjar Gegadon 1 orang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dalam makanan nasi bungkus tersebut terdapat lauk pauk seperti mie, telur, saur, dan daging ayam.
Menurut keterangan ayah salah satu korban, Putu Agus Widya Wiguna (11) yang juga mengikuti upacara melasti, Rai Juliana (37) menuturkan, bahwa ratusan warga ini mulai melaksanakan upacara sekitar pukul 07.00 Wita.
Mereka bergerak dari banjarnya masing-masing menuju ke Pantai Batu Bolong. Sesampainya di pantai sekitar pukul 11.00 Wita, warga ini mendapat bagian nasi bungkus yang sebelumnya sudah dipersiapkan oleh banjar masing masing.
“Sampai di segara (pantai) jam 11.00 Wita, kami dapat nasi bungkus yang sudah disiapkan dari banjar. Kemudian kami bersama-sama makan nasi bungkus itu,” kata Rai saat dijumpai di RSUD Mangusada Badung.
Setelah makan nasi bungkus tersebut, kata dia, sekitar pukul 12.00 Wita, anaknya mulai merasakan gejala-gejala seperti merasakan mual, muntah, hingga pusing. Namun, saat merasakan mual pihaknya tidak segera melarikannya ke rumah sakit atau puskesmas, karena keadaannya masih bisa ditahan.
“Setelah makan nasi itu dah kemudian merasa mual, muntah, hingga pusing. Tapi tidak langsung dibawa ke sini (rumah sakit) karena masih bisa nahan,” tutur pria yang berasal dari Banjar Tambak Sari, Kelurahan Kapal, Badung ini.
Dia melanjutkan, namun berselang beberapa jam sekitar pukul 16.00 Wita anaknya sudah merasa tidak tahan dengan gejala tersebut. Sehingga, langsung dilarikan ke Rumah Sakit.