Edisi Cetak Tribun Medan

Hadiri Acara Gerakan Literasi Nusantara #AyoBaca Kompas Gramedia, Ini Harapan Togu Simorangkir

Togu Simorangkir, asal Samaosir sekaligus pendiri Yayasan Alusi Tao Toba turut hadir dalam acara tersebut.

Tribunnews
Togu Simorangkir saat menghadiri peluncuran Gerakan Literasi Nusantara #AyoBaca yang digelar Kompas Gramedia di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (17/5/2017). 

TRIBUN-MEDAN.COM, JAKARTA - Memperingati Hari Buku Nasional 2017, Kompas Gramedia meluncurkan Gerakan Literasi Nusantara #AyoBaca di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (17/5/2017).

Turut hadir dalam acara tersebut para pegiat literasi baca dari 17 perwakilan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dari lima pulau di Indonesia.

Togu Simorangkir, asal Samaosir sekaligus pendiri Yayasan Alusi Tao Toba turut hadir dalam acara tersebut. Hadir juga Najwa Shihab (Duta Baca), Ninok Leksono (Rektor UMN) dan Nirwan Ahmad Arsuka (Pendiri Pustaka Bergerak) sebagai pembicara.

Togu bersyukur bisa hadir dalam acara Gerakan Literasi Nusantara #AyoBaca yang diinisiasi Kompas Gramedia. Ia pun berharap acara tersebut bisa menjadi pemicu semangat para pegiat literasi di seluruh Indonesia untuk menebar semangat dan mengajak lebih banyak anak-anak di Indonesia membaca buku.

"Hari ini, 17 Mei, diperingati sebagai Hari Buku Nasional. Dan, hari ini Kompas Gramedia meluncurkan Gerakan Literasi Nusantara #AyoBaca. Ini jadi harapan bagi kita dari Toba, menjadi penyemangat bagi para pegiat literasi di Indonesia sehingga ketersedian buku-buku di pelosok-pelosok nusantara bisa segera sampai di tangan anak-anak," ucap Togu saat berbincang dengan Tribunnews di Bentara Budaya Jakarta, kemarin.

Pria, yang tinggal di Pematangsiantar tersebut bercerita, tentang Yayasan Alusi Tao Toba yang didirikannya pada 2010. Ia mengatakan, saat ini sudah mendirikan empat sopo atau rumah belajar dan satu kapal belajar untuk menjangkau anak-anak yang berada di desa sekitar Danau Toba.

Ia juga selalu menitipkan 200 buku bacaan di setiap desa, yang disinggahinya agar dibaca masyarakat lebih lama.

"Ya, saat ini kita di Danau Toba sudah mendirikan empat sopo belajar kayak rumah belajar dan ada satu kapal belajar. Itu semua ada di kampung-kampung dan kita juga dropping buku-buku. Sebanyak 200 buku di setiap kampung, jika ada yang mau menjadi penanggung jawab buku," tutur Togu.

Togu pun tidak sepakat dengan data UNESCO, yang menyebutkan Indonesia merupakan negara terendah kedua tingkat membacanya. Ia menilai bahwa akses buku yang sulit justru yang membuat masyarakat Indonesia malas membaca. Sebab, ia mendapati di daerahnya justru minat baca anak-anak dan masyarakat cukup tinggi.

"Jadi, ya, permasalahan kita tidak ada buku. Kalau minat baca anak-anak sih tinggi, kalau kapal belajar singgah di satu desa, tiga-lima hari diprotes, kok cepet sekali pindahnya. Jadi, kami bilang supaya anak-anak di daerah lain juga bisa membaca," ungkap Togu.

Togu, yang gencar menjadi literasi sejak 2003, pun membeberkan kendala lain selain ketersedian buku untuk membangun rumah baca, adalah ketersediaan buku, karena mahal ongkos pengirimannya.

Ia mengumpamakan, untuk membeli buku harus di Jakarta karena toko dan penerbit berada di kota tersebut. Bahkan, ia mengatakan, justru ongkos kirim buku lebih mahal ketimbang harga buku.

"Banyak buku dan penerbit itu di Jakarta, jadi terkadang biaya kirimnya jauh lebih mahal daripada harga bukunya," ujar Togu.

Untuk itu, Gerakan Literasi Nusantara #AyoBaca menjadi momentum mendorong pemerintah untuk berkontribusi lebih bagi para literasi di Indonesia dari segi pendanaan guna ketersediaan buku untuk anak-anak.

"Pemerintah gencar melakukan kegiatan literasi di nusantara, karena punya uang. Soalnya kalau kita satu rupiah pun tidak pernah dibantu pemerintah. Kita hanya bentuk kepedulian penggiat literasi. Kita juga membantu pekerjaan pemerintah," katanya.(tribunnews.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved