Mutiara Ramadan

Memakan Bangkai Teman

Mengapa? Karena ketika bergunjing itu mungkin sekali merasa enak dan asyik layaknya orang lapar memperoleh makanan untuk disantap.

Memakan Bangkai Teman
Wikipedia
Guru Besar UIN Syarief Hidayatullah Prof DR Komaruddin Hidayat 

TRIBUN-MEDAN.com - TERDAPAT peringatan di Alquran yang sangat keras bagi orang beriman agar menjauhi sikap prasangka buruk dan berbuat ghibah, yaitu membicarakan kejelekan teman sendiri dari belakang.

Coba simak surat 49: 12. Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah sikap suka berprasangka, karena sebagian prasangka itu tidak selalu benar dan medatangkan dosa.

Jangan pula kamu mencari-cari kesalahan orang lain serta saling menggunjingkan teman, membicarakan hal-hal yang kamu pandang buruk di saat temanmu tidak di tempat.

Yang demikian itu, bukankah sama halnya kamu menikmati bangkai temanmu, yang tentu saja menjijikkan? Di sini Alquran menggunakan ungkapan sangat keras. Mencari-cari kesalahan teman lalu dijadikan bahan gunjingan itu tak ubahnya makan bangkai temannya.

Baca: Tak Ingin Teringat Mendiang Ibunda, Ashanti Rayakan Lebaran di Bali

Baca: Ini Tujuh Ruas Tol Jasa Marga Siap Dilewati di Idul Fitri Tahun Ini dan Gratis

Baca: Akunnya Ditangguhkan, Ini Curhatan Pengemudi Ojek Online yang Jadi Viral

Mengapa? Karena ketika bergunjing itu mungkin sekali merasa enak dan asyik layaknya orang lapar memperoleh makanan untuk disantap.

Lalu, mengapa bangkai? Karena mungkin sekali apa yang digunjingkan itu tidak benar, mengandung fitnah, sementara orang yang dijadikan sasaran tidak bisa membela diri karena tidak berada di tempat, sehingga tak berdaya bagaikan mayat atau bangkai.

Kalau saja yang berbuat ghibah sadar pasti merasa jijik karena yang tengah dinikmati itu oleh Alquran diidentikkan dengan bangkai. Berprasangka buruk (suudhon) adalah pangkal fitnah.

Halaman
123
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved