TribunMedan/

Cita-cita Bocah Perempuan ini jadi Dokter Kandas Akibat Malapraktik, Begini Kisahnya

Namun saat duduk di bangku kelas tiga SD, mimpinya menggapai cita-cita sebagai dokter kandas akibat menjadi korban malapraktik.

Cita-cita Bocah Perempuan ini jadi Dokter Kandas Akibat Malapraktik, Begini Kisahnya
Tribun Medan / Arjuna
Ratu Hazaraha Putri Rizali (9), tak lagi merasakan kebahagiaan layaknya anak-anak seusianya, seperti ketika ditemui di rumahnya, Jalan Cempaka, Komplek ACM, Medan Helvetia, Senin (19/6/2017). (Tribun Medan / Arjuna) 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Sejak duduk di bangku kelas 1 SD, bocah perempuan ini sudah bercita-cita menjadi dokter.

Sejak kelas satu hingga kelas dua, ia terus menorehkan prestasi yang bagus di sekolah. Namun saat duduk di bangku kelas tiga SD, mimpinya menggapai cita-cita sebagai dokter kandas akibat menjadi korban malapraktik.

Pasalnya ia mengalami kebutaan pada kedua matanya. Kebutaan ini akan menjadi permanen dan tak bisa disembuhkan lagi jika hingga dua tahun ke depan ia tak dioperasi.

Itulah nasib malang yang menimpa Ratu Hazaraha Putri Rizali. Bocah perempuan 9 tahun ini kini tak lagi merasakan kebahagiaan layaknya anak-anak seusianya.

Warga Jalan Cempaka, Komplek ACM, Medan Helvetia, Medan ini kehilangan penglihatannya akibat dugaan malapraktik di klinik sekitar rumahnya.

Baca: Mata Rusak Akibat Malapraktik, Anak Pintar Ini Kehilangan Kebahagiaan

Baca: Kondisi Murid Pintar yang Hampir Buta Ini Memprihatinkan

Menurut neneknya, Rosma (54), penderitaan cucunya berawal dari demam saat kelas 2 SD, tepatnya pada Juni 2016 setahun silam. Nenek dan ibunya pun berinisiatif membawa Putri ke klinik yang tak jauh dari rumahnya.

Namun, Putri yang merupakan Siswi Kelas 3 SD Kartika Jalan Gaperta Medan ini justru tidak memperoleh kesembuhan.

Halaman
1234
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help