Baca Edisi Cetak Tribun Medan
Terdepak dari Pimpinan Klasemen, Cuma Ini Kesempatan PSMS Medan di Laga Pamungkas
Peluang PSMS untuk lolos ke babak 16 besar, satu laga lagi menghadapi Persih Tembilahan di markas Persih pada pekan depan.
MEDAN, TRIBUN.com -Nasib PSMS Medan mulai terancam.
Kekalahan atas PSPS Riau 1-3 dalam lanjutan Liga 2 di Stadion Teladan, Rabu (23/8) menggagalkan misi tim Ayam Kinantan untuk memastikan tiket babak 16 besar.
Tiga gol PSPS diciptakan Viktor Pae dan Herman Dzumafo.
Padahal mereka hanya butuh satu kemenangan lagi.
Baca: PSMS Ditekuk PSPS, Peluang Lolos 16 Besar Terancam
Baca: Ribut-ribut soal Poligami, Artis Shireen Sungkar Enggak Rela, Risty Tagor Bilang, Enggak Papa
Baca: Tumbangkan PSMS di Kandang Sendiri, Ini Komentar Marwal Iskandar dan Herman Dzumafo
Atas kekalahan itu, posisi PSMS di puncak klasemen sementara pada Grup 1 terdepak. PSPS menjadi pemuncak klasemen dengan mengoleksi 22 poin.
Meski kalah, peluang PSMS untuk lolos ke babak 16 besar masih ada. Masih ada satu laga lagi menghadapi Persih Tembilahan di markas Persih pada pekan depan.
Legimin dkk wajib meraih kemenangan untuk memastikan nasib mereka selanjutnya.
Usai pertandingan raut wajah penggawa Ayam Kinantan sangat datar.
Baca: Sentilan buat Pria Poligami, Artis Yeyen Lidya: Nafsu atau Ajaran Nabi
Baca: Ribut-ribut soal Poligami, Artis Shireen Sungkar Enggak Rela, Risty Tagor Bilang, Enggak Papa
Bahkan Asisten Pelatih PSMS, Edy Syahputra mengaku sangat kecewa dengan hasil yang diraih anak asuhnya.
Wajib meraih kemenangan di kandang sendiri pupus.
"Saya kecewa dengan hasil ini. Terutama dengan pemainnya. Pemain yang kami harapkan laga ini justru tidak tampil maksimal. Apalagi ketika gol dari PSPS membuat runtuh mental," ujarnya.
Edy menilai anak asuhnya terlalu keasikan menyerang saat kebobolan di babak kedua. Sehingga pemain bawah lengah dan tak fokus untuk menghalau pergerakan pemain PSPS.