Tahanan Kabur
Astaga! 7 Napi kok Bisa Kabur? Mengejutkan Jawaban Kakanwil: Tanya Aja Tahanan yang Kabur Itu!
Ketujuh napi yang menghuni Blok B melarikan diri dengan cara menggergaji teralis sel tahanan.
Penulis: Azis Husein Hasibuan | Editor: Salomo Tarigan
Laporan Wartawan Tribun Medan / Azis Husein Hasibuan
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN –Agustus dan Desember merupakan bulan yang rawan terjadinya narapidana (napi) ataupun warga binaan melarikan diri dari rumah tahanan negara (rutan) dan lembaga pemasyarakatan (lapas). Sebab, kerinduan tahanan untuk berjumpa keluarga memuncak pada Agustus dan Desember untuk merayakan lebaran dan tahun bersama keluarganya.
Peristiwa tahanan melarikan diri pun terjadi lagi. Sebanyak tujuh tujuh napi di Lapas Klas IIB Binjai dikabarkan melarikan diri di pengujung tahun 2017 ini tepatnya sekira pukul 02.30 WIB, Senin (18/12/2017).
Ketujuh napi yang menghuni Blok B melarikan diri dengan cara menggergaji teralis sel tahanan. Informasi yang dihimpun, tepat pukul 02.30 WIB, para napi dengan leluasa menggergaji teralis dengan memanfaatkan sembilan sipir yang sedang terlelap tidur.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sumatera Utara (Kemenkumham Sumut) Liberty Sitinjak belum mau memberikan penjelasan perihal kaburnya tujuh narapidana di Lapas Klas IIB Binjai.
Baca: Dipanggil Sebagai Saksi Korupsi Rigid Beton, Wali Kota Sibolga Tidak Hadir
Baca: Bocah SD Selamat dari Maut, Pamannya Hanyut Diterjang Aliran Sungai Brantas
Liberty yang sedang bersama Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas) Kemenkumham Ma’mun justru menyuruh wartawan langsung menanyakan musabab dan alasan kabur kepada ketujuh napi.
“Kalau Anda pengen tahu (alasan napi kabur), tanya aja tahanan yang kabur itu. Apakah memang rindu keluarga makanya kabur, saya tidak tahu,” kata Liberty dengan mata melotot.
Menurut Liberty, pihaknya belum mau memberi tanggapan sebelum meninjau langsung ke Lapas Klas IIB Binjai. Rencananya, Liberty hari ini langsung turun ke Binjai, setelah mengantar Dirjen Pas ke bandara.
“Kami akan cek dulu baru bisa kasih tanggapan. Belum ada cek, saya baru dapat laporan lisan. Setelah mengantar Pak Dirjen, selaku Kakanwil saya akan langsung ke sana,” ujar Liberty.
Dikatakan Libery, pihaknya menduga ada permainan yang telah disiapkan ketujuh napi sehingga mampu melarikan diri dengan cara menggergaji teralis sel tahanan.
“Wajar itu, ada kakinya. Begitupun kami lihat dulu, apakah memang human error atau karena ada kakinya. Jangan beri statemen tanpa tahu akar permasalahan. Saya akan lakukan penelitian,” kata Liberty.
Adapun tujuh tahanan kabur itu masing-masing Saifuddin (34) warga Kelurahan Pabatu, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebingtinggi. Saifuddin tengah menjalani hukuman delapan tahun.
Abdul Rahman (33) warga Kampung Tempel, Stabat, Langkat. Yang bersangkutan terlibat kasus penadahan batang curian. Kemudian, Fahrul Azmi Nasution (35) warga Jalan H Hasan, Kelurahan Limau Sundai, terlibat kasus narkoba.