ANEH! Camat Lobby Warga Agar Tak Demo Soal Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas Ibu-ibu PKK Tobasa

satu dari Presidium FPT memberitahu bahwa ada upaya pihak-pihak tertentu yang ingin mencoba menghentikan aksi damai mereka.

ANEH! Camat Lobby Warga Agar Tak Demo Soal Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas Ibu-ibu PKK Tobasa
TRIBUN MEDAN/Arjuna Bakkara
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA Presidium FPT, Rudi Napitupulub dan Marlon Sihombing membentang spanduk bertuliskan "Kasus OP. Saulina VS Ibu PKK, Hukum tajam ke O Saulina-Tumpul ke PKK" saat menggelar aksi di Kantor Kejari Balige, Senin (26/2/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.COM, BALIGE - Oknum Pemerintah Kabupaten Toba Samosir diduga tersandung kasus dugaan korupsi.

Forum Pemuda Toba (FPT) akan menggelar aksi damai anti korupsi. Namun beberapa pihak me-lobby agar aksi dihentikan termasuk Camat Parmaksian, Paimin Butarbutar.

Kepada Tribun, satu dari Presidium FPT memberitahu bahwa ada upaya pihak-pihak tertentu yang ingin mencoba menghentikan aksi damai mereka.

Belakangan, dirinya didatangi berbagai pihak agar menunda aksi.

"Biar bagaimana pun kita akan tetap menyuarakan yang benar. Belakangan ini beberapa orang juga sudah datang menemui saya, dan terakhir Camat Parmaksian Tobasa, Paimin Butarbutar juga datang menemui saya," ujar Rudi saat ditemui Rabu (7/3/2018).

Baca: Polisi Minta Demo Antikorupsi Dibatalkan, DPRD Sumut: Harusnya yang Dihentikan Korupsi Bukan Aksi

Adapun aksi tersebut yakni, dugaan korupsi perjalanan dinas ibu-ibu PKK Tobasa, saat mengikuti acara teknologi tepat guna di Lombok pada akhir 2016.

Kemudian, kasus dugaan korupsi pengadaan bibit durian oleh Dinas Pertanian Tobasa yang dilaporkan oleh Wakil Ketua DPRD Tobasa, Asmadi Lubis pada September tahun lalu. Namun, hingga kini kasus tersebut seperti menghilang ditelan bumi.

Kata Rudi, Paimin meminta agar aksi dibatalkan pada 9 Maret 2018. Pria yang juga getol mengadakan perlawanan terhadap perampasan hak-hak masyarakat adat ini menilai upaya lobby itu termasuk upaya membungkam.

Ketika dikonfirmasi, Camat Parmaksian Paimin Butarbutar membenarkan dirinya menemui Rudi Napitupulu di kediamannya di Desa Tangga Batu I. Paimin beralasan agar ketika ulang tahun Tobasa yang ke-19 pada 9 Maret 2018 nanti tidak terganggu, padahal aksi dilakukan di Balige bukan di Kecamatan Parmaksian.

Dia membantah meminta FPT untuk membatalkan aksi anti korupsi yang berlangsung pada 9 Maret. Namun, katanya agar aksi ditunda tanggal pelaksanaanya.

Ditanya wewenangnya meminta menunda aksi, tidak banyak dijawabnya.

Katanya dia hanya berinisiatif mengharapkan pembatalan. Padahal siapa saja yang ingin menyatakan pendapat di muka umum dijamin serta dilindungi UUD 1945.(*)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved