Bencong Cemburu Mengamuk Bacoki Kekasih Homonya

Cekcok terjadi antara kedua waria yang sering disebut bencong ini. Kalap, Syaiful mengamuk dan mengayunkan parangnya ke arah Puput.

Bencong Cemburu Mengamuk Bacoki Kekasih Homonya
istimewa
Rudi dan Nurhadi, dua waria yang menggunakan aplikasi WeChat untuk merampok korbannya. Saat ini kedua pelaku ditahan di Polrestabes Medan. 

TRIBUN-Lesbian, gay, biseksual dan transgender/transeksual (LGBT) masih dianggap penyakit atau kelainan jiwa. Di Indonesia, orang-orang seperti ini dianggap memiliki kepribadian menyimpang jika dilihat dari sudut pandang agama dan budaya. Meski masih menuai pro dan kontra, tetap saja ada pasangan sejenis yang nekat terang-terangan membangun hubungan.

Seperti halnya Bahrozi (33). Pemilik Salon Royal ini menjalin cinta sesama jenis dengan Syaiful Bahri (28). Lama membina hubungan, tiba-tiba saja Puput, sapaan karib Bahrozi, dikabarkan selingkuh. Mendapat kabar itu, Syaiful yang merasa cintanya dipermainkan oleh Puput berang dan mendatangi salon milik pacarnya di Kampung Rawa Beureum, RT 07/07, Desa Lebak Wangi, Kabupaten Tangerang, pada Senin (7/5).

Ketika mendatangi salon pacarnya, Syaiful membawa parang. Cekcok terjadi antara kedua waria yang sering disebut bencong ini. Kalap, Syaiful mengamuk dan mengayunkan parangnya ke arah Puput. Sejurus kemudian, parang yang dibawa Syaiful menempel di kepala Puput. Darah segar mengucur.

Syaiful yang gelap mata kembali menghujami tubuh pacarnya itu dengan parang. Setelah berkali-kali dibacok, usus Bahri alias Puput terburai. Korban kemudian merangkak minta tolong. Warga yang ada di lokasi sempat panik dan langsung melapor ke polisi.

Begitu mendapat kabar pembunuhan ini, petugas Polrestro Tangerang datang ke lokasi. Ketika itu, Syaiful masih memegang parang berlumuran darah yang digunakannya untuk menghabisi nyawa Puput. Polisi kemudian bergerak cepat mengamankan Syaiful dan membawanya ke Polrestro Tangerang.

Kasat Reskrim Polrestro Tangerang, AKPB Deddy Supriyadi mengatakan, kasus pembunuhan ini murni karena masalah asmara. Ada pihak ketiga, sehingga Syaiful berang dan menghabisi nyawa pasangan sesama jenisnya itu.

"Kaum LGBT, seperti itu biasanya. Perlakuan mereka sadis," kata Deddy sebagaimana dikutip dari Wartakota. Ia mengatakan, kasus ini masih dalam penyelidikan. Polisi masih memintai keterangan Syaiful.(**)

Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved