Ali Ngabalin Beber Alasan Kenapa Mau Menjadi Jubir Istana, Mardani Ali Tertawa Terbahak-bahak

"Anda begitu lama menghilang dari publik, kini muncul jadi jubir presiden," tanya Karni Ilyas.

Youtube/ Kolase
Ali Mochtar Ngabalin dan Mardani Ali Sera. (Youtube/ Kolase) 

TRIBUN-MEDAN.com - Juru Bicara Pemerintah, Ali Mohctar Ngabalin menjawab pertanyaan Karni Ilyas soal alasan mau diangkat sebagai Jubir Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dilansir TribunWow.com, melalui akun YouTube Indonesia Lawyers Club tvOne dengan judul "BPIP: Apa Pentingnya Buat Kita?" part 6 yang diunggah pada Selasa (5/6/2018).

Mulanya, Karni Ilyas selaku pembawa acara memancing Ali Mochtar Ngabalin untuk menjawab pertanyaan alasannya mau menjadi Jubir Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Anda begitu lama menghilang dari publik, kini muncul jadi jubir presiden," tanya Karni Ilyas.

Mendenger pertanyaan itu, Ali Ngabalin lantas menjawab bahwa orang yang paling pintar adalah Presiden Jokowi.

Baca: Urai 7 Fakta Mayat dalam Kardus, Rika yang Tertutup hingga Tubuh yang Dibunuh secara Keji

Baca: 7 Keluarga yang Paling Unik dan Aneh yang Ada di Dunia, Ada yang Sekeluarga Jalannya Merangkak

Baca: Via Vallen Balas Pelecehan Verbal dalam Bahasa Inggris, Netizen Pro dan Kontra Menyasar Grammar

Baca: Perempuan Ini Foto Pria Tampan Diam-diam, Sungguh Tak Disangka Dia Mendapatkan Balasan Begini

Baca: Mahfud MD Respons soal Seorang Perempuan Salat di Gereja, BJ Habibie Melakukannya ketika di Jerman

Baca: Pria Ini Kaget Temukan Tengkorak di Kebunnya namun Reaksi Istri Malah Bikin Merinding

"Orang yang paling pintar adalah Presiden Jokowi karena memilih orang yang tepat," ujar Ali sambil tersenyum.

Mendengar jawaban Ali Ngabalin, Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera tertawa terbahak-bahak.

Peserta ILc juga bertepuk tangan riuh.

"Tunggu dulu, karena saat itu saya diberikan amanah, menjadi mata-mata, menjadi telinga dan menjadi mulut saya, saya langsung gas 120 kilo perjam dan saya masuk gigi 4, maka saya langsung buktikan bahwa segala tuduhan yang ditujukan kepada istana dan Presiden Jokowi adalah bohong, dan celah presiden maafkan kalian semua," ujar Ali Ngabalin.

Baca: Penumpang Tunggal Garuda Indonesia yang Viral Ternyata Cucu Pahlawan dan Kakak Ketua FPI Palu

Baca: Via Valen Alami Pelecehan Seksual Verbal, Nama Marko Simic Disebut-sebut, Kenapa Bisa Begitu?

Baca: Viral, Restoran Ternama Kepergok Pakai Air Comberan Mencuci Piring, Ini Videonya

Baca: Gagal Bertunangan, Nestapa dan Isak Tangis Kekasih di Pusara Razan Sungguh Sembilu

Baca: Sadis, Grace lebih dulu Dirudapaksa dan Disumpal Pelaku sebelum Dibunuh dan Masukkan ke Karung

Baca: Jumiyati Sang Janda Muda Dibunuh Pria Kenalan 5 Hari di Facebook, Begini Kronologi Lengkapnya

Peserta yang hadir di ILC tersebut spontan tertawa.

Karni Ilyas juga tampak ikut tertawa.

"Berarti pilihan Presiden tepat memilih anda?" tanya Karni Ilyas.

Dengan tegas dan terang-terangan, Ali Ngabalin mengatakan alhamdulillah, ini hadiah besar di bulan Ramadan utnuk presiden Jokowi, dan saya katakan di hadapan beliau, pak saya tidak akan mempermalukan bapak, dan apa yang bapak lakukan ini sudah di jalan Allah, maka dari itu pemerintah adalah representasi Tuhan," ucap Ali Ngabalin.

Setelah itu, Ali Ngabalin mempersilahkan siapa saja yang ingin membantah argumennya.

Baca: Faizal Assegaf Hunjam Fahri Hamzah, Anda Semakin Tidak Layak jadi Pejabat Negara, Kenapa?

Baca: Perawat Cantik yang Tewas Diberondong Peluru Tentara Sita Perhatian Dunia, Berikut Fakta-faktanya

Baca: Inilah Harga Motor Sport Roda 3 Yamaha Niken yang Sudah Resmi Dilepas ke Pasar, Berminat?

Baca: Inilah Deretan Rumah Mewah bak Istana Kepunyaan Artis-artis Papan Atas Indonesia

Baca: Artis Empunya Goyang Ngecor Unggah Foto Lawas, Masih Awet Muda dan Kian Menawan

Baca: Yusi Fadila Gagal Kunyah Mangga Muda di Tutorial Pertama, Bagaimana dengan Aksi yang Kedua?

Setelah itu, Karni Ilyas mengutip sebuah quotes yang berisi soal melindungi hak seseorang utnuk berbicara.

Kemudian, Ali Ngabalin menegaskan jika forum demokrasi adalah forum yang membebaskan setiap orang untuk berpendapat.

Diketahui, Politisi Partai Golkar Ali Mochtar Ngabalin ‎dipercaya menjadi tenaga ahli utama di Kantor Staf Presiden (KSP), Rabu (23/5/2018).

Dikabarkan Ngabalin berada di bawah Deputi IV KSP yang membidangi Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi.

Disana, Ngabalin akan bertugas menjadi juru bicara pemerintah.

Dirinya melaksanakan tugas bersama-sama dengan Johan Budi, Prof Ahmad Erani, dan Adita Irawati.

Ngabalin mengaku mendapat tugas mengklarifikasi banyak hal yang mungkin tidak benar dan berkembang soal pencapaian kerja pemerintah di masyarakat.

"Mengklarifkasi penjelasan yang sebenarnya tentang pencapaian oleh pemerintah," ucap mantan anggota DPR RI dari Partai Bulan Bintang 2004-2009 itu.

Selain itu, dirinya juga mempunyai kewajiban untuk meluruskan tentang fitnah yang ditujukan kepada Presiden dan pemerintah.

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko mengatakan pengangkatan Ali untuk memperkuat peran KSP berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2015.

Salah satu peran KSP yang disoroti adalah mengenai fungsi komunikasi politik kepada publik

Moeldoko menilai Ali merupakan politikus senior yang memiliki banyak pengalaman dan jaringan.

"Dia adalah politikus senior yang punya banyak pengalaman dan jaringan. Dia ini juga akan membantu mengkomunikasikan apa yang sudah dikerjakan oleh pemerintah. Sudah banyak program dan kebijakan yang dibuat pemerintah serta memerlukan komunikasi ke publik yang lebih luas," kata Moeldoko dikutip dari Kompas.com, Rabu (23/5/2018).

Ali Ngabalin sebelumnya juga kerap memberi kritik kepada pemerintah.

Namun, ia beralasan justru masuk ke pemerintahan agar bisa menjadi penyambung antara kepentingan ulama dengan pemerintah. 

(TribunWow.com/Woro Seto)



Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Alasan Ali Ngabalin Mau Jadi Jubir Jokowi Membuat Mardani Ali Sera Tertawa Terbahak-bahak

Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved