Uang Rp 148 Juta Dirampok dari BTPN, OJK KR5 Masih Koordinasi terkait Penanganan Risk Event   

OJK KR5 Sumbagut bersama dengan pihak bank hingga sore ini masih berkoordinasi terkait penanganan risk event yang sedang dialami kantor bank tersebut.

Uang Rp 148 Juta Dirampok dari BTPN, OJK KR5 Masih Koordinasi terkait Penanganan Risk Event    
TRIBUN MEDAN / M FADLI TARADIFA
Polisi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Bank BTPN, Jalan lintas Medan Batangkuis, Pasar IX Tembung 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Ayu Prasandi

 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional (KR) 5 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) bersama dengan pihak Bank Tabungan Pensiun Nasional (BTPN) masih berkoordinasi terkait penanganan risk event.

Hal tersebut dilakukan setelah sebelumnya terjadi perampokan yang diduga dilakukan kelompok perampok bersenjata api membawa kabur uang senilai Rp 148 juta dari BTPN Jalan Lintas Medan Batangkuis, Pasar IX Tembung, Selasa (10/7/2018).

“OJK KR5 Sumbagut bersama dengan pihak bank hingga sore ini masih berkoordinasi terkait penanganan risk event yang sedang dialami kantor bank tersebut, serta tetap menghormati proses penyelidikan yang sedang dilaksanakan oleh pihak Kepolisian,” ujar Humas OJK KR5 Sumbagut, Yovvi Sukandar, Selasa (10/7/2018).

Ia menjelaskan, kegiatan atau layanan perbankan telah dilaksanakan untuk tiga nasabah sebelum dugaan perampokan terjadi. Namun demikian saat dugaan perampokan  terjadi tidak terdapat nasabah di dalam gedung bank.

“Saat kejadian, terdapat satu petugas keamanan internal bank, dan tidak terdapat korban jiwa ataupun luka,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, hingga sore ini, pihak bank masih menginvetarisasi nominal kerugian yang dialami BTPN tersebut.

“Seluruh nominal terduga kerugian akibat dugaan perampokan dimaksud telah masuk dalam lingkup penjaminan asuransi kas bank sehingga mitigasi risiko operasional yang bersumber dari risk event dugaan perampokan dimaksud telah dimitigasi,” ungkapnya.

Ia menuturkan, penggunaan jasa keamanan dalam (kamdal) sepenuhnya merupakan kewenangan manajemen bank dalam menilai kecakapan kualitasnya dengan berbagai pertimbangan manajemen yang telah dievaluasi sejak awal. 

“OJK tidak mengharuskan bank untuk memilih, dan juga tidak merekomendasikan provider jasa keamanan tertentu dalam rangka pengamanan internal bank,” tuturnya.

Ia mengatakan, namun demikian, hal tersebut tidak menggugurkan kewajiban bank untuk tetap melakukan upaya mitigasi seluruh risiko keamanan yg patut diindentifikasi sejak awal. 

“Penggunaan tenaga keamanan dalam merupakan salah satu upaya dalam rangka mitigasi risk event yang bersumber dari potensi gangguan keamanan. Dalam hal diperlukan, bank dapat saja memilih provider jasa kamdal yang dinilai bank dapat memenuhi tuntutan kebutuhan keamanan bisnis operasionalnya,” katanya.

(pra/tribun-medan.com)

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di bank BTPN yang baru saja jadi sasaran komplotan perampok , Selasa (10/7/2018). Warga ramai mengerumuni di lokasi
Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di bank BTPN yang baru saja jadi sasaran komplotan perampok , Selasa (10/7/2018). Warga ramai mengerumuni di lokasi (TRIBUN MEDAN / M FADLI TARADIFA)

Video Penggerebekan Diduga Main Judi Pj Wali Kota Padangsidempuan Cs, Loh Begini Jawaban Polda!

Membantah Berjudi, Fransen Tetap Dibawa ke Kantor Polisi, Kabid Humas Polda: Ada Bukti!

Viral Foto-foto Via Vallen Bersama Anak dan Pria Diduga Suaminya Lagi Ramai di Medsos

 Perampok BTPN Gunakan Senjata Api, Kabur Menggunakan Mobil Berwarna Hitam, Tonton Video. .

Istri Bawa Asam Keueng ke Rutan KPK, Gubernur Aceh Bisa Ketawa-ketawa Santai 

Penulis: Ayu Prasandi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help