Tak Punya Guru Agama, Dinas Pendidikan Deliserdang Datangkan Guru Honor untuk SDN di Namorambe

Persoalan di dua sekolah ini sempat diunggah ke akun facebook Junaidi Al-faqhi pada 31 Agustus lalu. Saat itu ia menuliskan kalimat kekecewaan.

Tak Punya Guru Agama, Dinas Pendidikan Deliserdang Datangkan Guru Honor untuk SDN di Namorambe
Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar
Screen akun facebook. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com,LUBUKPAKAM- Dinas Pendidikan Kabupaten Deliserdang Provinsi Sumatera Utara membenarkan terjadi kekosongan guru agama islam di dua Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Namorambe. Dua sekolah itu yakni SDN 101803 Desa Namo Pinang dan SDN 107407 Desa Rimo Mungkur.

Persoalan di dua sekolah ini sempat diunggah ke akun facebook Junaidi Al-faqhi pada 31 Agustus lalu. Saat itu ia menuliskan kalimat kekecewaan.

"Sungguh sangat memprihatinkan didua SDN ini tidak memiliki guru agama islam dan lebih mirisnya lagi mereka malah disuruh ikut pelajaran agama kristen dengan alasan agar ada nilai pelajaran agama serta dikhawatirkan banyak generasi penerus islam didesa ini murtad dimana peran pemerintah deliserdang" tulis Junaidi Al-faqhi di akun facebooknya.

Selain menulis status ia juga ikut mengunggah empat foto termasuk plang sekolah dan foto dirinya bersama anak-anak SD.

Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Deliserdang, Kamaruzzaman mengatakan kalau pihaknya sudah melakukan peninjauan ke sekolah tersebut Senin, (3/9/2018). Setelah tinjauan itu ternyata benar diketahui bahwasanya didua sekolah itu sama sekali tidak ada guru agama islam.

"Karena tahu tidak ada kita langsung carikan saat itu juga guru agama islamnya tapi honor. Sekarang sudah dapat dan besok akan mulai masuk kerja," kata Kamaruzzaman yang ditemui di ruang kerjanya Selasa, (4/9/2018).

Terungkap Fakta-fakta Meninggalnya Dela Silalahi dari Diskotik New Zone, Hingga Polisi Lakukan Razia

Menohok Respons Rizal Ramli saat Diajak Melawan dan Menyudahi Rezim Jokowi

REKOR MURI, Ribuan Prajurit dan Senam Gemu Famire di Lanud Soewondo, Lihat Videonya. .

Beredar Video Diduga Oknum Preman Pungli Minimarket Berjejaring di Kota Medan

Ia tidak sependapat dan membantah kalau disebut anak-anak SD di dua sekolah itu yang beragama kristen dengan sengaja diajari pendidikan agama kristen oleh gurunya. Yang terjadi sebenarnya katanya ada anak yang beragama islam yang tidak bersedia keluar ruang kelas ketika yang beragama kristen sedang belajar.

Koramil Tanjungmorawa Aktif Menjaga Keamanan Lingkungan, Ini Ganjaran dari Mayjend Sabrar Fadhillah

Sambut HUT ke- 73 TNI Ribuan Orang Ikuti Senam Gemu Famire untuk Pecahkan Rekor MURI

"Diarahkan sebenarnya untuk keluar dan baca-baca buku di luar tapi anak ini tidak mau dan bilang di sini (dalam kelas) saja lah bu katanya gitu. Sekarang sudah kita carikan guru agama dan kejadian seperti ini tidah boleh lagi terulang. Kalau di Desa Namo Rimo ini akhir 2017 guru agama islamnya tidak ada lagi karena pindah ke Tanjung Morawa. Kalau di Namo Pinang sudah lama juga tidak ada. Jumlah anak yang islam juga hanya 8 dari kelas 1 sampai kelas VI. Kalau yang kristen 110 orang. Guru yang islam di situ juga tidak ada," katanya. 

Khatijah Nekat jadi Kurir Sabusabu Karena Diimingi Uang RP 10 Juta, Simpan Sabu di Selangkangan

Diduga Tergelincir, Pria Paruh Baya Hanyut di Parit Besar Jalan Menteng Raya

(Ndra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved