Cinta Tak Sampai, Andika Tega Rudapaksa Gadis Pujaannya

pria berusia 26 tahun tersebut, sebelumnya telah terbukti melakukan perbuatan tidak senonoh kepada seorang gadis berinisial L (16)

Cinta Tak Sampai, Andika Tega Rudapaksa Gadis Pujaannya
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Kanit PPA Polres Tanah Karo Aipda Rotua Sipayung (tengah), mengitrogasi Andika Permana Sembiring Milala (kanan). Akibat cinta tak sampai, Andika tega rudapaksa gadis pujaannya yang masih berusia 16 tahun. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.COM, KABANJAHE - Andika Permana Sembiring Milala (26), warga Desa Beganding, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, terpaksa mendekam di sel tahanan Polres Tanah Karo.

Pasalnya, pria berusia 26 tahun tersebut, sebelumnya telah terbukti melakukan perbuatan tidak senonoh kepada seorang gadis berinisial L (16), asal Kota Pematangsiantar.

Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Karo Akp Ras Maju Tarigan, melalui Kanit PPA Aipda Rotua Sipayung, pelaku sudah lama mengintai korban, kurang lebih selama tiga minggu terakhir. Karena pelaku yang merupakan supir angkutan kota (angkot), hampir setiap hari melihat korban menunggu angkot.

"Korban sendiri masih sekolah di Pematangsiantar, tapi lari dari rumah. Dan di sini dia kerja di sebuah grosir. Jadi dari sering dilihatnya itu, pelaku mulai menaruh hati kepada si korban," ujar Rotua, Kamis (27/9/2018).

Rotua mengungkapkan, pelaku melancarkan aksinya di lokasi bekas gedung universitas swasta, Jalan UKA, Kabanjahe, Senin (24/8/2018). Pertemuan keduanya bermula saat korban pulang kerja sekira pukul 23.00 WIB, kemudian pelaku menawarkan korban untuk naik ke angkotnya. Sesampainya di lokasi tersebut, pelaku pun berniat untuk mengutarakan perasaannya.

"Namun, saat itu korban tidak bersedia memberikan jawaban, pelaku pun mulai berani melakukan aktivitas fisik ke korban di angkot miliknya. Bisa dikatakan modusnya ini cinta tak sampai lah," katanya.

Rotua mengatakan, pelaku berhasil diamankan usai korban menceritakan kejadian tersebut kepada teman kerjanya. Kemudian rekan L menceritakannya ke pemilik grosir tempat korban bekerja. Karena sudah dianggap sebagai tanggung jawabnya, pemilik grosir kemudian melapor ke Polres Tanah Karo.

"Pelaku berhasil kita diamankan pada Rabu (26/9/2018) dini hari dengan bantuan korban dan rekannya, di depan SMPN 2 Kabanjahe," ucapnya.

Diketahui, pelaku sendiri sudah memiliki istri dan satu orang anak. Namun, sudah pisah ranjang selama dua tahun. Dirinya mengungkapkan, tidak menyesali perbuatannya. Karena dirinya sudah terlanjur memiliki perasaan kepada korban, dan siap jika diminta untuk bertanggung jawab.

"Yang aku sesalkan dia (korban) tidak menerima cintaku, kalau harus menikahinya aku siap. Karena sudah ku bilang, aku mau bertanggung jawab," katanya.

Akibat perbuatannya, pelaku akan dikenakan pasal 81 ayat 1 dan 2 dan pasal 82 ayat 1 KUHP, tentang perlindungan anak. Dengan ancaman hukuman minimal lima tahun, dan maksimal 15 tahun penjara.

"Karena korban sendiri masih di bawah umur, maka kita kenakan pasal perlindungan anak," ungkap Rotua.

Selain itu, polisi juga berhasil mengamankan sebuah angkot dengan plat nomor BK 1175 SF, sebagai barang bukti tempat pelaku melancarkan aksinya.

(cr4/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved