Kisah Jimmy Rajagukguk, Menguak Ritual Sadis KKB Papua, Tembakan Diringi Tarian, Kejam
Sadis! Komplotan teroris Papua dikenal kejam. Begitulah yang diungkapkan Jimmy Rajagukguk, korban yang selamat dari tembakan dan kejaran
TRIBUN-MEDAN.COM - Sadis! Komplotan teroris Papua dikenal kejam. Begitulah yang diungkapkan Jimmy Rajagukguk, korban yang selamat dari tembakan dan kejaran Komplotan teroris Papua.
//
Baca: Sosok Depi Boronan Pengeroyok TNI Terakhir Diciduk, Ortu Iwan Minta Respons Panglima TNI soal Rumah
Baca: Kabar Terbaru Hukuman 5 Pelaku Pengeroyok 2 Anggota TNI Gak Disangka, Iwan CS (Semua) Ditangkap
Apa yang dialami Jimmy Rajagukguk (Aritonang) di Nduga, Papua, pada hari Sabtu (1/12/2018), oleh komplotan teroris Papua tidak akan pernah hilang dari ingatannya.
Komplotan teroris Papua itu beraksi dengan leluasa pada sejumlah pekerja pembangunan yang semuanya merupakan masyarakat sipil.
Mereka melakukannya dengan sangat sadis diiringi ritual tarian mengerikan.
Bau mesiu saat senjata api anggota KKB memberondong rekan-rekannya di Puncak Kabo, jeritan minta tolong hingga ucapan doa kepada Sang Khalik mohon keselamatan seakan melekat di benak Jimmy.
Jimmy masih bisa merasakan detak jantungnya semakin kencang saat dirinya dan belasan rekan kerjanya digiring menuju Puncak Kabo, untuk dibantai.
Jimmy selamat dari tembakan dan kejaran anggota teroris Papua yang sangat sadis.
Trauma masih terlihat di wajah Jimmy, namun dirinya bersedia membagikan kisah hidup yang tak akan pernah dia lupakan.
Berikut ini sejumlah kisah Jimmy, korban selamat dari serangan KKB di Nduga:
1. Awal tragedi, komplotan teroris Papua datang sandera pekerja
Pada hari itu, sekitar belasan orang pegawai PT Istaka Karya berada di dalam salah satu ruangan kantor tengah berkumpul sambil bermain kartu domino untuk menghabiskan waktu istirahat sekitar pukul 15.00 WIT.
Tiba-tiba beberapa anggota teroris Papua datang dengan membawa senjata api dan senjata tajam mendobrak pintu kantor dan kamar kamp tempat Jimmy bekerja.
Saat itu, para pekerja sempat menolak membukakan pintu.
Beberapa pekerja sempat melawan, namun gagal.