Teriakan Komando Kapten Joko sebelum Mapolsek Ciracas Dibakar, Ini Tanggapan Kapendam Jaya
"Sekarang baris, kalau mau menunggu Kapolres, ya tunggu tapi tertib. TNI tidak ada yang liar," ucap Kapten Joko.
TRIBUN-MEDAN.COM - Kepolisian Indonesia mengaku masih berupaya mengidentifikasi pelaku penganiayaan dan pengerusakan Polsek Ciracas di Jakarta Timur, meski sejumlah saksi mata menyebut terduga 'berbadan tegap dan berambut cepak,' dan video yang beredar luas menunjukkan sekumpulan pria meneriakkan kata "Komando!".
Juru Bicara Mabes Polri, Dedi Prasetyo, mengatakan tim gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polres Ciracas masih memeriksa bukti-bukti berupa rekaman kamera CCTV, foto, dan video yang tersebar luas di media sosial.
Dari situ, polisi akan mengidentifikasi wajah pelaku dengan sidik muka atau scientific crime identification.
"Jadi kalau muka pelakunya bisa dikenali dari mata, hidung, telinga, mulut. Itu akan diidentifikasi sehingga betul-betul clear si A, B, C. Tidak katanya atau dugaan, tapi betul-betul dibuktikan secara ilmiah," ujar Dedi Prasetyo kepada BBC News Indonesia.
"Itu mengapa kita tidak bisa terburu-buru membuat kesimpulan hanya berdasarkan persepsi berpikir. Tapi dibuktikan secara ilmiah," sambungnya.
Selain mengecek bukti-bukti itu, tim juga sedang memeriksa sejumlah saksi mata yang ketika kejadian berada di sekitar lokasi dan melihat peristiwa pengerusakan tersebut.
Dalam video yang tersebar di media sosial antara lain berdurasi 44 detik dan 56 detik itu tampak sekumpulan orang berkerumun di halaman Polsek Ciracas pada malam hari. Mereka menagih janji Kapolres yang belum juga menangkap pelaku pengeroyokan terhadap seorang anggota TNI AL, sehari sebelumnya.
Seorang di antara massa itu kemudian meneriakkan kata "Komando!" yang diikuti oleh yang lain.
Seorang pria yang memperkenalkan diri sebagai Kapten Joko, lantas memerintahkan massa membubarkan diri.
"Sekarang baris, kalau mau menunggu Kapolres, ya tunggu tapi tertib. TNI tidak ada yang liar," ucap Kapten Joko yang diduga adalah korban pengeroyokan oleh sejumlah tukang parkir di ruko Arundina.
Juru Bicara Mabes Polri, Dedi Prasetyo, menyebut video tersebut sedang didalami timnya.
"Video itu harus kita verifikasi sumbernya," ujarnya singkat sembari menegaskan bahwa pelaku penganiayaan dan pengerusakan Polres Ciracas belum tentu anggota TNI.
"Kalau kita men-judge suatu kelompok dasarnya apa? Karena ini perbuatan pidana, pertanggung jawabanya orang perorang. Itu harus jelas."
Akibat insiden yang terjadi pada Selasa (12/12) dini hari itu, tiga polisi terluka. Dua di antaranya sudah keluar RS Polri Kramat Jati. Namun, sebagian besar gedung Polres rusak parah.
"(Kerusakan) lumayan sekitar 50% dan harus direnovasi. Jadi sedang dihitung berapa kendaraan yang rusak berat, sedang, ringan," jelas Dedi.