Bayi Gilang Diterapi agar Tidak Alami Gangguan Tubuh Permanen, Sudah Bisa Buka Mata dan Mengangguk
Namun, guna menguatkan dugaan itu tim dokter akan kembali melakukan Radiologi MRI Magnetic Resonance Imaging di RS swasta.
Penulis: M.Andimaz Kahfi |
Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tim dokter terus melakukan pemeriksaan dan perawatan terhadap seorang balita berusia 4 tahun di Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Diketahui, Gilang Tama Alfarizi (4) mengalami penurunan kesadaran dan sudah 26 hari tidak bangun dari tidurnya dan saat ini mendapatkan perawatan intensif di ruang Dahlia V RSUD Deliserdang.
Gilang mendapatkan pemeriksaan dan perawatan dari lima dokter dengan empat di antaranya adalah dokter spesialisasi. Yaitu spesialis anak, neurologi atau saraf, patologi klinik dan radiologi serta ahli gizi dam fisioterapi.
Hasil sejumlah data medis dan pemeriksaan utama dan pendukung yang dilakukan di RSUD Deliserdang dan RSUP Haji Adam Malik Medan. Gilang dinyatakan mengalami gejala kejang, demam dan perubahan fungsi saraf.
Serta meningkatkan lekosit yang mengindikasikan tingginya kandungan kuman di darah. Hasil foto rontgen dan thorax atau dada, ditemukan tanda ke arah tuberkulosis paru-paru. Tim dokter menyebut Gilang menderita Suspec Meningoencephalitis atau dugaan peradangan selaput otak.
Lagi Dua Bocah Terkunci Berjam-jam dalam Mobil, Satu Bocah Tertolong, Satu Lagi Tewas!
VIDEO: Caleg Cantik Kedapatan Bawa Narkoba dan Langsung Ditangkap Personel Polisi
Namun, guna menguatkan dugaan itu tim dokter akan kembali melakukan Radiologi MRI Magnetic Resonance Imaging di RS swasta.
Direktur RSUD Deli Serdang, dr Hanip Fahri, MKed.Sp KJ mengatakan tim fokter telah menelusuri bahwa penurunan kesadaran ini diakibatkan oleh banyak hal. Tapi yang terdeteksi oleh tim dokter, ada proses infeksi yang sampai ke otak. Sehingga tim dokter telah mendapatkan keputusan.
Mayor Andri Tangkap Penjambret Ponsel Setelah Kejar-kejaran di Jalan Kapten Sumarsono Helvetia
Anak-anak TPA Tanjung Pinggir Tak Sadar Mainkan Granat Nanas yang Miliki Daya Ledak hingga 500 Meter
"Kita diagnosa Gilang alami suatu gangguan yang disebut dengan istilah Meningoencephalitis. Yaitu suatu gangguan yang melibatkan fungsi otak dalam. Dalam hal ini adalah selaput otak dan fungsi otak secara keseluruhan," kata dr Hanip, Jumat (21/12/2018).
Luis Milla Curhat di Hadapan Media Ternama Spanyol Diperlakukan Begini di Indonesia
Dua Pengguna Narkoba dan Tiga Mesin Jackpot Diamankan Pegasus Polsek Medan Kota
dr Hanip menambahkan bahwa akibat hal itu membuat kesadaran Gilang menurun. Indikasi kesana juga sudah dilakukan pemeriksaan penunjang dan untuk di RSUD Deliserdang, tim dokter sudah melakukan beberapa tindakan antara lain pemeriksaan foto thorax dan terindikasi adanya gambaran suatu proses Suspec TB paru.
"Kita juga lakukan pemeriksaan darah dan di dapat indikasi terlibatnya infeksi kuman kadar lekosit di bawah fungsi yang normal dibawah 10 ribu, kita dapat 19 ribu lebih," ujarnya.
Polres Dairi Kerahkan 130 Personel dan Siagakan Dua Pos Pengamanan Selama Operasi Lilin Toba 2018
Kapolda Sumut Minta Personel Tingkatkan Kewaspadaan Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru 2019
"Hasil pemeriksaan di CT Scan kita tidak nampak. Tapi kemarin sudah nampak terjadi yang disebut proses peradangan di area otak yang bisa dibaca dokter radiologi," jelasnya.
Lebih lanjut, tim dokter yang dikomandoi dokter spesialis anak, didukung dokter ahli saraf, patologi klinik serta di bantu maintenance ahli gizi dam fisioterapi, hari ini akan kembali melakukan pemeriksaan pendukung selanjutnya.
150 Hektar Persawahan dan 60 Hektar Perkebunan Rusak Akibat Banjir Bandang Dairi
Kontingen Wushu Sumut Tambah 2 Medali Emas di Bali Open International Kung Fu Championship 2018
Istri Korban Bandang Dairi Histeris di Peti Bariun Sitorus: Pisahnya Kita Bang, Jangan Secepat Ini
"Dalam dua hari ini tim dokter di RSUD Deliserdang akan menyimpulkan hasil diagnosa. Sembari terus mengobati dan memberikan therapi agar anggota tubuh Gilang tidak mengalami gangguan permanen," tutup dr Hanip.
(cr9/tribun-medan.com)