News Video

VIDEO: Ratusan Driver Grab Car Berunjukrasa dan Ingin Bertemu Edy Rahmayadi

Ratusan driver angkutan online berjoget-joget di depan Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Senin (11/2/2019).

VIDEO: Ratusan Driver Grab Car Berunjukrasa dan Ingin Bertemu Edy Rahmayadi
Tribun Medan
Driver Grab Car berunjukrasa di Kantor Gubernur Sumut, Senin (11/2/2019) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Ratusan driver angkutan online berjoget-joget di depan Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Senin (11/2/2019).

Kedatangan mereka bukan untuk bersenang-senang, melainkan berunjukrasa.

Satu di antara tuntutan yang hendak ratusan pengemudi tranportasi online tersebut adalah meminta kepada Gubernur Sumut Edy Rahmayadi segera melakukan penutupan terhadap PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI).

Pasalnya, selama ini PT Grab telah melakukan monopoli terhadap para driver dengan kerjasama dengan PT TPI.

Kerjasama yang dimaksud yakni pemberian orderan prioritas kepada PT TPI.

Tonton videonya;

Ayo subscribe channel YouTube Tribun MedanTV

Pengemudi Grab Car Minta Gubernur Edy Rahmayadi Tutup PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI)

Ramai Oli Mesin Dicampur Minyak Goreng, Apakah Aman? Ini Pembuktiannya!

Koordinator aksi Rahmat Cristian mengatakan bahwa selama ini telah merasa ditindas secara tidak langsung oleh PT Grab, dengan tebang pilihnya pemberian orderan kepada para Driver.

Hingga dirinya meminta kepada kepada Edy Rahmayadi mendengarkan keluhan dari ribuan masyarakat Sumut yang menjadi mitra PT Grab

"Kami minta kepada Edy Rahmayadi selaku Gubernur Sumut untuk segera menutup PT TPI," ucap Koordinator aksi Rahmat Cristian, yang kemudian disahuti ratusan Driver lainya, mengucapkan, "tutup PT TPI."

Suasana di depan Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, tampak ratusan driver Grab Car melakukan unjuk rasa, meminta kepada Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menerima tuntutan, di mana menutup PT TPI, Senin (11/2/2019).
Suasana di depan Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, tampak ratusan driver Grab Car melakukan unjuk rasa, meminta kepada Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menerima tuntutan, di mana menutup PT TPI, Senin (11/2/2019). (tribun medan/Satia)

Kemudian, dirinya melanjutkan bahwa kerjasama tersebut juga telah melanggar kontrak kerja hingga Undang-undang yang sebagaimana telah tertuliskan.

"Alasanya PT Grab telah melakukan monopoli usaha dan persaingan usaha secara tidak sehat, dan melanggar UU nomor 5 tahun 1999," katanya.

Pengamatan Tribun Medan di lokasi, ratusan bahkan ribuan pengunjukrasa membawa Bendera Merah Putih.

Kemudian mereka juga membawa poster-poster bertuliskan tuntutan hingga ancaman penutupan PT TPI.

(cr19/Tribun-Medan.com)

Penulis: Satia
Editor: Hendrik Naipospos
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved