2 Hari setelah Instruksi Pencegahan Diskriminasi Sultan Jogja, Salib Nisan Makan di Sleman Dibakar
"Pukul 15.30 WIB, saya ditelepon salah satu ahli waris. Dia mengatakan ada nisan kayu yang dirusak," ujar pengurus Makam RS Bethesda, Hari.
2 Hari setelah Instruksi Pencegahan Diskriminasi Sultan Jogja, Salib Nisan Makan di Sleman Dibakar
TRIBUN-MEDAN.COM - Kasus-kasus berbau intoleransi terus bermunculan dari Daerah Istimewa Yogyakarta.
Padahal Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengeluarkan instruksi Nomor 1/INSTR/2019, 4 April 2019 ini tentang pencegahan potensi konflik sosial, pascakasus diskriminasi yang dialami Slamet Jumiarto (42) yang sempat ditolak untuk tinggal di Pedukuhan Karet, Desa Pleret, Bantul, hanya karena dirinya beragama Katolik.
Terbaru sejumlah nisan kayu di Pemakaman RS Bethesda, Jalan Affandi , Kelurahan Mrican, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman ditemukan dalam keadaan hangus terbakar.
Beberapa nisan juga tampak tercabut dari tempatnya.
"Pukul 15.30 WIB, saya ditelepon salah satu ahli waris. Dia mengatakan ada nisan kayu yang dirusak," ujar pengurus Makam RS Bethesda, Hari Yuniarto (57) saat ditemui, Sabtu (6/4/2019).
Hari menuturkan, usai mendapat informasi dirinya langsung menuju lokasi dan melihat beberapa nisan kayu tercabut dari tempatnya.
Baca: Lagi-lagi, Kasus Diskriminasi di Jogja, Slamet Ditolak Tinggal karena Beda Agama, Begini Akhirnya
Posisinya tergeletak di kanan dan kiri makam.
Nisan yang tercabut dikumpulkan di gudang.
Total ada delapan nisan yang dicabut.
Hari juga menemukan nisan kayu tergeletak di depan salah satu makam dan terdapat sampah yang terbakar.
Kondisi dari nisan kayu ini dalam keadaan hangus sebagian.
"Ada dua sampai tiga yang hangus.
Tapi tidak semua bagian, ada yang hangus di tengah dan ada yang bagian samping," ungkapnya.
Hari langsung membersihkan nisan-nisan tersebut. Ia pun berencana memasang kembali esok pagi.