Lapas Narkotika Rusuh

Hanya Ada 11 Petugas Jaga saat Pecah Kerusuhan di Lapas Narkotika Langkat

Kerusuhan ini menyebabkan rusaknya fasilitas negara dan kaburnya ratusan napi.

Hanya Ada 11 Petugas Jaga saat Pecah Kerusuhan di Lapas Narkotika Langkat
Tribun Medan/Risky Cahyadi
Narapidana Lapas Narkotika Langkat dikumpulkan di tempat terbuka beberapa jam setelah kerusuhan pecah, Kamis (16/5/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com-Kerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Narkotik Hinai, Langkat pada Kamis (16/5/2019) telah berhasil diredam. Peristiwa ini menyebabkan rusaknya fasilitas negara dan kaburnya ratusan napi.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara Dewa Gede menyatakan bahwa Lapas Klas III itu dihuni oleh 1.635 narapidana.

"Kapasitasnya 915, jumlah warga binaanya 1.635 orang," ujarnya.

Sementara, lanjut Dewa, saat terjadi kerusuhan di dalam lapas yang diduga dipicu oleh penganiayaan narapidana, petugas yang berjaga hanya berjumlah sebelas orang.

Baca: TERUNGKAP Poin-poin Tuntutan Narapidana, Minta Kalapas Dicopot hingga Kesal Istrinya Ikut Razia

Baca: KESAKSIAN NARAPIDANA: Kondisi Dalam Lapas Hancur Sehancur-hancurnya

Baca: Ini Runutan Kronologis Pemberontakan Narapidana Lapas Narkotika Langkat

"Petugas yang berjaga hanya sebelas orang. Mereka mengamuk setelah petugas menemukan narkoba dari salah seorang warga binaan. Kita mau memberantas narkoba, mereka tetap mau mengedarkan," katanya.

Lebih lanjut dijelaskan Dewa, sedangkan untuk situasi terkini dari Lapas, dirinya telah mengerahkan petugas.

Tidak hanya itu, ia juga mengaku telah berkoordinasi dengan Kapolda Sumatera Utara untuk mengamankan para napi yang melarikan diri.

Petugas melewati mobil yang dibakar narapidana di Lapas Narkotika Langkat saat kerusuhan, Kamis (17/5/2019).
Petugas melewati mobil yang dibakar narapidana di Lapas Narkotika Langkat saat kerusuhan, Kamis (17/5/2019). (Tribun Medan/Risky Cahyadi)

"Saya tadi sudah hubungi pak Kapolda Sumatera Utara untuk melakukan pengamanan dan menangkap kembali para narapidana yang kabur," ujar Dewa Gede.

Tidak hanya itu, lanjut orang nomor satu di Kementerian Hukum dan HAM di Sumut ini, dirinya juga telah mengeluarkan surat edaran untuk seluruh Lembaga Pemasyarakatan di Sumatera Utara agar tidak melakukan hal-hal yang memicu kerusuhan.

"Saya tadi sudah kirim surat edaran untuk semua lapas agar jangan melakukan tindakan kekerasan dan tetap berkoordinasi dengan kepolisian dan BNN jika ada narkoba," pungkasnya. (mft/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved