Habiskan Rp 2 Triliun Per Tahun untuk Honorer,Gubernur Edy Sebut Pemprov Sumut Bukan Lembaga Sosial
Edy Rahmayadi mengatakan, bahwa Pemprov Sumut bukanlah lembaga sosial yang bisa menampung ribuan honorer untuk bekerja sebagai tenaga administrasi
Penulis: Satia |
Habiskan Rp 2 Triliun Per Tahun untuk Honorer,Gubernur Edy Sebut Pemprov Sumut Bukan Lembaga Sosial
TRIBUN-MEDAN.com - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengultimatum oknum-oknum yang ketahuan memasukan tenaga kerja honorer untuk bekerja di lingkungan Kantor Gubernur.
Apalagi, memasukannya dengan meminta sejumlah uang, untuk bisa bekerja sebagai honorer.
Edy Rahmayadi mengatakan, bahwa Pemprov Sumut bukanlah lembaga sosial yang bisa menampung ribuan honorer untuk bekerja sebagai tenaga administrasi.
"Pemprov Sumut bukan lembaga sosial," katanya, saat beberapa waktu lalu melakukan salat di Masjid Agung, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan.
Mantan Pangkostrad ini juga mengatakan, saat ini banyak sekali tenaga honorer yang sudah menyalahgunakan wewenang dari Aparatur Sipil Negara atau ASN.
Ia melihat bahwa honorer saat ini bekerja tidak pada tupoksinya.

"Sudah ada jelas tupoksinya, bahwa honorer bukan mengerjakan bagian administrasi," ucapnya.
Orang nomor satu di Pemprov Sumut ini menyampaikan, bahwa jelas honorer itu bekerja sebagai tenaga pendukung pada bagian IT atau setidaknya supir bahkan penyanyi.
Baca: Boeing Mengaku Telah Kesalahan Fatal, Gagal Berkomunikasi dengan Regulator dan Pelanggan
Baca: Pengemudi Becak Bermotor Terbakar saat Menyalakan Becaknya setelah Mengisi BBM di SPBU
Baca: Penampakan Foto Bayi Perempuan Aura Kasih, Moammar Emka Ucapkan Selamat
Baca: Masih Belia, Vander Saragih Sudah Curi 25 Sepeda Motor di Kota Medan, Bawa Teman Wanita saat Beraksi
"Karena tidak mungkin ASN bekerja sebagai supir atau tukang Suting, dan penyanyi. ASN bekerja sebagai bagian administrasi," jelasnya.
Baca: Golkar Sumut Dukung Penuh Ketua Umum Airlangga Hartarto, Setuju Munas Akhir 2019
Baca: Mengejutkan Reaksi Rossi setelah Diseruduk Lorenzo, meski Lemburnya hingga Jam 9 Malam jadi Percuma
Baca: Oknum TNI Prada DP Ngaku Habisi Nyawa Vera karena Hamil Muda, Visum Tunjukkan Hasil Berbeda
Baca: Pria Ini Tak Kunjung Balik ke Rumah Kurun 2 Bulan, Kepergok Tidur Bersama Janda di Kamar Kos
Diketahui, sebelumnya Edy Rahmayadi sempat menyebutkan, bahwa Pemprov Sumut mengeluarkan anggaran per tahun sebanyak Rp 2 triliun rupiah untuk membayarkan gaji para honorer.
Saat ini, ada sebanyak 4.800 tenaga honorer yang akan dibuang secara bertahap oleh Edy Rahmayadi.
Baca: Istri Benturkan Kepala Suami Keduanya hingga Tewas, Ternyata Ini Musabab di Baliknya
Baca: Reaksi Chelsea Islan saat Ditanya Status Hubungannya dengan Calon Anggota Legislatif
Dengan jumlah segitu banyak, ia menaruh perihatin dengan pembangunan Sumut.
Karena dengan uang begitu banyak, lebih baik dialihfungsikan untuk membangun infrastruktur.
Ribuan Tenaga Honorer Pemprov Sumut Segera Diputus Kontraknya
Pemprov Sumut akan memutus hubungan kerja dengan ribuan tenaga honorer.