Soal Pelesiran Setya Novanto, Wiranto Sebut Lapas Korupsi di Pulau Terpencil dan Reaksi Ketua DPR
Ia meyakini, penyebab banyaknya narapidana korupsi yang pelesiran lantaran lokasi lapas terlalu dekat dengan pusat kota.
Soal Pelesiran Setya Novanto, Wiranto Sebut Lapas Korupsi di Pulau Terpencil dan Reaksi Ketua DPR
TRIBUN-MEDAN.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Soesatyo dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto angkat bicara soal pelesiran mantan Ketua DPR Setya Novanto yang menyalahgunakan izin berobat dengan pelesiran ke salah satu toko bangunan di Bandung.
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta Komisi III DPR RI dan Kementerian Hukum dan HAM (Menkumham) melakukan pembahasan terkait kasus mantan Ketua DPR Setya Novanto yang menyalahgunakan izin berobat dengan pelesiran ke salah satu toko bangunan di Bandung.
"Ya, nanti saya minta dan mendorong Komisi 3 untuk melakukan pembahasan dengan Kementrian Hukuman dan HAM untuk mencari solusi agar tidak terulang kembali," kata Bambang saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/6/2019).
Bambang mengatakan, sebenarnya peraturan di Lapas Sukamiskin tempat Setya Novanto ditahan sudah ketat.
Selain itu, kata dia, dalam pembahasan rapat dengan Komisi III selalu membahas peraturan tersebut.
"Sekarang tinggal bagaimana aturan itu diterapkan secara adil, karena jangan melihat narapidana itu sebagai seseorang yang dihabisi, mereka yang disana orang-orang yang sedang dibina oleh negara untuk kembali ke jalan yang benar," ujarnya.
Selanjutnya, saat ditanya beberapa kali Setya Novanto terlihat pelesiran selama ditahan karena kasus korupsi E-KTP membuat banyak pihak mempertanyakan tugas Kementerian Hukum dan HAM yaitu Yassona Laoly.
Menurut Bambang, terlalu jauh jika Yassona Laoly diminta mundur dari posisi menteri.
"Terlalu jauh, copot mencopot itu kewenangan presiden," pungkas dia.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menilai, diperlukan lembaga pemasyarakatan (Lapas) khusus di pulau terpencil bagi terpidana korupsi, narkotika, dan terorisme.
Hal itu disampaikan Wiranto menanggapi terpidana korupsi e-KTP Setya Novanto yang dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur lantaran ketahuan pelesiran saat berada di Lapas Sukamiskin.
"Sudah ada pemikiran ke sana untuk membuat lapas khusus untuk napi koruptor, narkotika, para pelaku terorisme.
Sudah ada pemikiran itu.
Bahkan sudah ada pemikiran untuk menggunakan pulau-pulau terpencil, yang banyak di Indonesia," kata Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (17/6/2019).