Senandungkan O Tano Batak di Belanda
Mantan siswi SMP Santo Thomas I yang kini pindah ke sekolah Katolik Santo Tarsisius KH Hasyim tersebut.
Putri Ayu diundang atas nama Trans TV mewakili IMB, bersama rekan alumni IMB Hudson, Rumingkang dan Funky Papua. Mereka akan dipandu penyanyi senior berdarah Ambon, Bob Tutupol. Juga akan bersama mereka tim kesenian dari Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung, dari Universitas Diponegoro, dan Band The Professors dari Universitas Indonesia.
Dan paling membanggakan Putri didapuk melantunkan lagu O Tano Batak dan O Tao Toba di acara Pasar Malam Indonesia yang akan berlangsung tujuh hari berturut-turut.
"KBRI Den Haag berusaha menyuguhkan hiburan dan kesenangan bagi semua anggota keluarga yang ada di Belanda. Dari tanggal 1 sampai 7 April 2011, setiap hari ada hiburan dan acara menarik. Pasar Malam Indonesia (PMI) tidak komersial karena tujuan utamanya adalah meningkatkan hubungan bilateral Indonesia-Belanda serta hubungan emosional antara kedua negara," ujar Umar Hadi, Kuasa Usaha Ad-Interim KBRI Den Haag melalui siaran pers yang diterima Tribun, Sabtu (2/4).
Kesempatan emas ini disambut Putri dengan sungguh-sungguh berlatih dan menjaga suara agar tetap mantap saat acara nanti. Putri Ayu boru Silaen, 13 tahun, gadis asal Medan, memang hampir menguasai seluruh lagu-lagu bermacam-macam cengkok.
Putri Ayu satu-satunya penyanyi seriosa yang masih belia, tapi sudah berprestasi.Walau tergolong artis pendatang baru, kehadirannya di jagat hiburan telah banyak diekpos termasuk di situs youtube memajang lagu-lagunya.
"Talentanya dari Tuhan," ujarnya singkat. "Sebenarnya, kalau talenta, bisa dibilang mengalir dari darah mama, si ompung (kakek) suka menyanyi ikut dalam koor Par Ari Kamis di gereja dulunya. Talenta bernyanyi dari ompung ke tulang Vico Pangaribuan," ujar lulusan Sekolah Musik Vokal Cantabile Medan, Sumut yang diasuh gurunya Dertha Purba SPd.
"Kami memang tergolong beruntung. Talenta mengali juga saya rasakan dari keluarga mama. Seorang musisi zaman dulu dari keluarga mama adalah Zakkeus Aritonang. Itu tulangku saudara mama saya boru Aritonang. Tulang Zakkeus ini adalah tim dari Nahum Situmorang ketika mereka di Jakarta, Zakkeus ini bisa main gitar dengan memetik di belakang badannya. Jadi kalau Putri Ayu merasa ada tulangnya musisi, tulangku pun ada musisi," kata Vico Pangaribuan, mantan personel Amigos Band, yang sangat terkenal di era 90-an.
Vico yang kerap menjadi presenter musik country di TVRI tersebut berharap Putri Ayu membawa harum negeri kita ke Belanda.
"Saatnya para yang muda yang bertalenta diberikan kesempatan berkarya. Selamat untuk Putri," kata bundanya, Suzana E Boru Pangaribuan.
Pemilik nama lengkap Putri Ayu Rosmei Silaen, kelahiran Sibolga, 24 Mei 1997 adalah mantan Song Leader HKBP. Bakat vokalnya diasah sejak Sekolah Minggu di HKBP Tanjungsari, Medan. Dalam ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Persparawi) IX, Putri menyabet medali emas di Samarinda, November 2009,
Pindah ke Jakarta
Sebagai runner-up IMB, Putri Ayu mendapatkan kontrak eksklusif dari Trans Corp selama dua tahun. Tidak-bisa-tidak, padatnya aktivitas selama masa kontrak ini membuat Putri harus pindah ke Jakarta. Dulu sekolah di SMP Santo Thomas I semasa di Medan. Di Jakarta dia kini bersekolah di sekolah Katolik Santo Tarsisius, KH Hasyim Ashari, Jakarta Pusat. Sementara tempat tinggalnya di kawasan Bendungan Hilir.
Selain tampil dalam berbagai acara outdoor, kontrak itu juga meliputi mengisi program khusus yang akan tayang di Trans TV serta pembuatan album solo. Kesempatan memang tidak datang dua kali. Memamfaatkan kesempatan adalah sesuatu harus disikapi dengan baik.
Beruntung Putri punya orangtua yang tanggap akan talenta yang dimiliknya, semenjak di Taman Kanak-Kanak dia juga diikutkan lomba menyanyi berskala nasional. Maka, tidak heran, jika Putri Ayu sudah memiliki kemampuan olah vokal yang dianggap "sungguh menakjubkan" untuk anak remaja seusianya.
Kini, di Jakarta Putri Ayu didampingi ibunya. "Dia belum artis. Menurut kita dia baru terkenal, perlu proses dan perjalanan masih panjang untuk menjadikannya artis yang mapan dari segala segi," ujarnya.
"Perjalannya masih panjang. Maka sebagai orangtua kami harus bisa mengawal dan mengantarkan Putri menjadi entertainment sejati," ujar Berlin Silaen, ayahnya.
Putri Ayu adalah anak bungsu empat bersaudara dari pasangan Berlin Silaen dan Suzana E Pangaribuan. Putri lahir sebagi anak kembar dengan abangnya Putra Mahami Parasian Silaen.
Kakaknya pertama Junita Nathasya boru Silaen, kedua Revina boru Silaen, Revina pernah berduet dengannya saat masih di ajang IMB. Hanya saja Putri lebih suka bernyanyi sementara Putra suka main musik. Putri sudah menunjukkan talenta suara emasnya sejak kelas 4 SD. (afr)