Breaking News:

Sumut

Orang Miskin Berkurang

Pada tahun 2011, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengklaim berhasil menurunkan jumlah penduduk miskin

Editor: Ismail
Orang Miskin Berkurang
Net
Ilustrasi
Laporan Wartawan Tribun Medan/Arifin Al Alamudi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pada tahun 2011, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengklaim berhasil menurunkan jumlah penduduk miskin di seluruh Sumatera Utara.Menurut catatatan pemerintah, orang miskin di Sumut turun sebanyak 9.600 jiwa.

Pada tahun 2010, tercatat jumlah penduduk miskin sebanyak 1.490.900 jiwa atau 11,35 persen dari total jumlah penduduk Sumut. Yakni 12.985.075 jiwa. Per Desember 2011, jumlah penduduk miskin tinggal 1.481.300 jiwa atau 11,33 persen dari total jumlah penduduk.

"Dengan demikian ada penurunan jumlah penduduk miskin di Sumut sebanyak 9.600 jiwa," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut, Asren Nasution, akhir pekan lalu.

Hasil tersebut menurutnya, tak terlepas dari  kinerja makro ekonomi di Sumut. Pada tahun 2011, laju pertumbuhan penduduk sekitar 1,22 persen atau berada di bawah pertumbuhan penduduk nasional.  Sementara laju pertumbuhan ekonomi 2011mencapai 6,76 persen. Atau meningkat sedikit dari tahun sebelumnya, yakni 6,35 persen.

Kemudian, juga ditopang oleh neraca perdagangan Sumut di bidang ekspor yang juga mengalami peningkatan. Tahun 2010 nilai ekspor hanya sebesar Rp 7,30 miliar dollar AS. Sedangkan 2011 mencapai 9,83 miliar dollas AS.

"Pertumbuhan ekonomi Sumut memperlihatkan tren yang sangat baik, kinerja makro ekonomi selaras dengan laju inflasi yang terkendali yang mencapai angka 8 persen di tahun 2010. Tak heran jika jumlah penduduk miskin mengalami penurunan," imbuh Asren.

Terkait program, Asren membeberkan beberapa program yang memang dirancang untuk mengentaskan kemiskinan yang ada di Sumut.

Pertama, program berbasis bantuan dan perlindungan sosial yang bertujuan melakukan pemenuhan hak-hak dasar, pengurangan beban hidup, hak atas pangan kesehatan, pendidikan, sanitasi dan air bersih.

Kedua, program penanggulangan kemiskinan berbasis pembrdayaan masyarakat dengan menggunakan pendekatan partisipatif. Melakukan penguatan kapasitas kelembagaan masyarakat, kegiatan swakelola yang berkelanjutan secara terbuka dengan prinsip dari, oleh dan untuk masyarakat.

Ketiga, program berbasis pemberdayaan lewat usaha mikro dan kecil. Dengan memberikan bantuan usaha modal usaha atau biaya dalam skala mikro. Seperti program PNPM Mandiri. (rif)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved