Parkir Santika Muat 580 Mobil
Hotel Santika akan meramaikan bisnis perhotelan di Medan mulai 15 Februari nanti
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Hotel Santika akan meramaikan bisnis perhotelan di Medan mulai 15 Februari nanti dengan mengusung konsep 'Indonesia Home' dan 'Hospitality from the Heart' atau pelayanan sepenuh hati.
"Untuk kamar kita berharap dapat digunakan sebagian pada akhir Januari ini. Untuk bangunan gedung, kami pilih design arsitektur modern minimalis, sesuai moto kami Indonesian Home dan Hospitality from the Heart khas Indonesia, yaitu penuh senyum ketulusan, keramahtamahan dan sebisa mungkin membantu keinginan para tamu," ujar Coorporate Director Sales Marketing Santika, Guido kepada Tribun, Kamis (11/1) malam.
Taste Indonesia juga akan ditampilkan Santika dengan menyajikan menu makanan yang 80 persen makanan khas Indonesia.
"Kita sediakan di sarapan pagi, di mana nanti ada tempat di mana kita sebut pojokan-pojokan yang menyediakan makanan ala Indonesia seperti Gudeg, Pecel, Lengko, dan beragam jenis soto," ujarnya.
Hotel bintang empat ini akan memiliki ruang exhibition seluas 2.800 meter persegi, yang mampu menampung lebih 5 ribu pengunjung. Yakni Santika Balloom seluas 750 meter persegi dan Convention Hall seluas 2100 meter persegi, serta delapan unit meeting rooms.
General Manager Santika Premiere Dyandra Hotel and Convention, PH Haryono, mengatakan penyelesaian fisik bangunan sudah rampung sekitar 85 persen.
"Hanya tinggal pembenahan interior. Kalau tidak ada kendala, perlengkapan interior yang kini ada di Jakarta, akan segera dikirimkan ke Medan, tetapi harus menunggu dulu proses administrasi di jasa perkapalan," ujarnya.
Hotel Santika memiliki 324 kamar dari tipe deluxe, premeire, executive dan suites. Selain itu, terdapat fasilitas pendukung lain berupa Benteng Restaurant, Ulos Cafe, Lobby Lounge, Sky Lounge and Board Room, Wine and Cigar Lounge, Business Centre, Swimming Pool, Spa dan Fitness Center, Kelebihan lain Santika adalah punya ruang parkir yang mampu menampung lebih dari 580 unit mobil di basement.
"Tahun awal beroperasi kami tidak mau muluk-muluk untuk bisa mengambil pasar di atas rata-rata Kota Medan yaitu tingkat okupensi 60-70 persen," ujarnya.(yns/irf)