Unjuk Rasa 26 Maret
Mahasiswa Tolak Ide Kapolda
Ide kapolda sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro untuk menyatukan satu titik massa unjuk rasa penolakan BBM di lapangan Merdeka Medan,
Laporan wartawan tribun Medan/ M Azhari Tanjung
TRIBUN–MEDAN.COM, MEDAN - Ide kapolda sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro untuk menyatukan satu titik massa unjuk rasa penolakan BBM di lapangan Merdeka Medan, di tolak mentah-mentah oleh perwakilan BEM mahasiswa Perguruan Tinggi, HMI dan kelompok sipayung dalam diskusi yang digelar plt gubernur Sumut di rumah dinas gubernur di jl Jendral Sudirman, Minggu (25/3/2012).
“Kita tidak setuju dengan usulan kapolda, emang kita disana mau nonton konser atau zikir akbar, senin nanti kita mau sampaikan aspirasi kita menolak kenaikkan harga BBM,” ucap Annggi perwakilan dari HMI cabang Medan dalam diskusi tersebut.
Menurutnya, dengan dipusatkan disatu titik aksi unjukrasa penolakan BBM sama saja mengkebiri aspirasi mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasinya. “Sebaiknya biarkan kami menyampaikan aspirasi kami dimana saja,” terangnya.
Hal senada juga diucapkan Iqbal perwakilan mahasiswa lainnya, dirinya mengatakan ide kapolda tersebut terlalu berlebihan dengan membuat satu konsentrasi masa.
Mendengar penjelasan mahasiswa tersebut, plt Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, mengatakan tidak masalah ide tersebut di tolak. Namun, sambung Gatot, sebenarnya kapolda ingin membuat satu konsentrasi masa di lapangan merdeka sehingga memudahkan elemen masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.
“Tidak masalah ide tersebut di tolak, maksud kapolda baik, jadi dengan di lapangan Merdeka di kumpulkan, nantinya semua yang berkompeten menjawab dan menyampaikan aspirasi masyarakat dihadirkan disana,” terangnya.
Ia sendiri berharap jalannya demonstrasi pada senin (26/3/2012) nanti berjalan dengan damai dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “saya harap dengan sangat, demonstrasi nanti berjalan dengan tertib, silahkan masyarakat menyampaikan aspirasi asalkan tertib,” terangnya.
Sementara itu, pemerintah provinsi Sumut sendiri, merupakan kepanjangan tangan pemerintah pusat. “jadi kita hanya bisa menyampaikan aspirasi tersebut kepada presiden dan menteri terkait dan kita tidak punya wewenang menentang,” sebutnya.
Hal senada juga diucapkan Kapolda Sumut yang juga hadir sebagai pembicara, ia mengatakan maksud dikumpulkannya masa di satu titik agar memudahkan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.
“Kalau mau, kita nanti hadirkan disana, gubernur, GM pertamina, dan yang berkompeten lainnya untuk menerima aspirasi masyarakat, namun kalaupun tak setuju tidak masalah, asalkan demonstrasi berlangsung tertib,” terangnya
Dalam diskusi tersebut, Wisjnu mengatakan pihaknya siap melakukan pengawalan terhadap elemen masyarakat yang menyuarakan aspirasi masyarakat. “lebih baik kita bermandi keringat dari pada bermandi darah dan kami siap melakukan pengawalan,” terangnya
Kapolda sendiri mengatakan saat ini sudah ada laporan masuk diberbagai titik yang akan di duduki masyarakat. “saya harap demonstrasi berlangsung damai dan tidak ada lagi jatuh korban seperti kemarin. Apa mahasiswa pernah menjenguk anggota saya yang berpangkat kompol yang terluka, kita semua tidak ingin seperti itu,” sebutnya.
“Mahasiswa sendiri jangan pernah bertindak anarkis, karena kita terlatih menanganinya,” sebutnya.
Sementara itu setelah selesai pertemuan dengan mahasiswa kepada waratawan Gatot mengatakan, dirinya dipastikan menemui massa bila elemen masyarakat mendatanginya. Selain itu, pada besok baik dari pendidikan maupun kerja PNS tidak ada yang diliburkan.
“Tidak ada yang diliburkan, saya dipastikan ada dikantor pada esok hari,” terangnya. Gatot juga mengatakan, dialog tersebut, bukan merupakan bentuk intimidasi terhadap mahasiswa.