Demo BBM

Massa Serbu Gedung Uniland, Gagal Duduki Bandara Polonia Medan

Lebih kurang seribuan massa yang tergabung dari berbagai organisasi

Tayang:
Editor: Muhammad Tazli

 
Laporan wartawan Tribun Medan/Irfan

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Lebih kurang seribuan massa yang tergabung dari berbagai organisasi seperti Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Forum Rakyat Bersatu (FRB), Forum Ummat Islam (FUI), serta organisasi petani, menyerbu kantor konsulat jenderal (Konjen) Amerika Serikat (AS), yang terletak di gedung Uniland Plaza Jalan MT Haryono Medan, Senin (17/6).

Kehadiran massa yang hadir secara bertahap dimulai pukul 11.00 WIB, membuat jalanan terpaksa ditutup. Kepolisian pun akhirnya mengalihkan pengendara untuk masuk ke Jalan Palangaraya Medan. Massa dalam aksinya menuding, intervensi pemerintah AS kepada rezim pemerintahan SBY-Boediono, sangat kuat sehingga massa menuding, naiknya harga BBM tak terlepas dari pengarus asing (AS).

Setelah melakukan aksinya satu jam lebih, massa tampak melaksanakan salat Zuhur. Beralaskan spanduk-spanduk, koran dan kertas kanton bekas minuman mineral, massa membentangkan media-media tadi ke sepanjang jalan. Salat sendiri dipimpin oleh Indra Suheri dari FUI.

"Saudara-saudara ku. Kini sudah masuk waktu salat Zuhur. Mari kita istirahat sejenak untuk salat," teriak Indra sembari menyerukan agar massa dari umat muslim, untuk bertayamum (mengambil wudhu melalui media debu).

Satu per satu massa yang dikomandoi oleh Indra pun terlihat bertayamun, dengan menempelkan kedua tangan mereka di dinding sebuah restoran yang terletak tepat di depan gedung Uniland Plaza.

Usai salat, ribuan massa yang sudah berkumpul, langsung melakukan orasi kembali. Tercatat, hari itu terjadi kali kedua aksi bakar ban oleh massa. Kekuatan massa yang lebih banyak ketimbang petugas kepolisian yang berjaga di dalam gedung, membuat massa mulai melakukan aksi lebih anarkis, berupa mendobrak gerbang gedung Uniland Plaza.

Sempat terjadi delapan kali aksi dobrak pagar yang dilakukan massa. Pengunci pagar sebelah kanan (terlihat dari luar gedung) sempat rusak dan terbuka. Melihat kejadian tersebut, kepolisian yang dibantu sekuriti gedung, berusaha mehanah pagar yang terus-terusan didorong oleh massa.

"Kita berjuang sampai mati di sini kawan-kawan. BBM tidak boleh naik.
SBY harus turun. Turun wahai SBY. Masyarakat menderita. Saya baru mendapatkan kabar, bahwa Konjen AS tidak berada di gedung ini karena tengah menghadiri prosesi pelantikan Gatot sebagai gubernur. Kita sudah katakan akan melakukan aksi hari ini di sini, kenapa dia (Konjen) malah tidak ada," teriak perwakilan massa dari atas mobil pick up yang dipenuhi beberapa speaker.

Di sela-sela aksinya, massa yang diwakili Indra Suheri pun sempat meminta kepolisian berkoordinasi yang baik dengan pihaknya, dengan melepaskan rekan-rekan mereka yang ditilang di kawasan Polonia Medan, saat mengendarai sepeda motor menuju lokasi demonstrasi.

"Kawan-kawan kami sedang ditilang di Polonia yang ingin bergabung dengan kami di sini. Mohon koordinasinya. Kita dapat informasi kawan-kawan seperjuangan di Polonia diangkat dan ditilang. Jangan sampai memicu.
Kami minta kepada Kapolresta baru kita menjaga koordinasi dan kemitraan kenapa teman-teman kami ditahan," ujar Indra.

Pimpinan massa lainnya, juga sempat meminta waktu lima menit kepada kepolisian agar segera melepaskan teman-teman mereka yang ditahan di Polonia Medan. "Atau kami yang ke polonia sekarang. Kami siap melumpuhkan Kota Medan hari ini. Sepakat kawan-kawan," teriaknya.

Ketua Umum Forum Rakyat Bersatu Rabualam Syahputra, dalam orasinya menyatakan harga bahan pangan (sembako) sekarang saja sudah mahal, tak mampu terbeli apalagi BBM dinaikkan menjadi Rp 6.500 per liter, maka warga miskin akan semakin susah. Selain itu ongkos transportasi semakin mahal otomatis kejahatan akan meningkat.

Puas meluapkan aksi di Uniland Plaza dengan membakar ban dan mendobrak pagar (tidak sampai roboh), massa balik kanan dan menuju Bandara Polonia Medan. Namun sayang, massa yang hadir dengan menggunakan sepeda motor, mobil truk, pick up dan berjalan kaki, dihentikan langkahnya oleh ratusan petugas kepolisian dari Samapta Polresta Medan berpakaian dan bersenjata lengkap.

Jumlah massa yang hadir menuju Bandara Polonia Medan pun tampak mengerucut menjadi lebih sedikit ketimbang saat melakukan aksi di Uniland Plaza. Meski demikian, massa yang tergabung dalam Kongres Rakyat Sumatera Utara, terus berupaya melakukan orasi meminta pihak kepolisian membuka akses bagi massa untuk maju ke arah Bandara Polonia Medan.

Langkah massa terhenti tepat dipersimpangan lampu merah jalan Juanda-Imam Bonjol Medan. Petugas Samapta dibantu Brimob yang juga berpakaian lengkap, membentuk pagar betis hingga tiga lapis. Dua pagar betis dibuat oleh personel Samapta Polresta Medan dan paling belakang satu pagar betis dilakukan oleh personel Brimob.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved