Ngopi Sore
Inspektur Vijay, Selamatkan KPK
Di Indonesia, entah siapa kini yang berlagak menjadi Tuan Takur. Apakah sama dengan yang di India sana? Berkumis dan bermuka bengis?
Sampai hari ini saya masih teringat tentang heroiknya Inspektur Vijay menumpas para bandit di India. Dengan kumis melintang tanpa dipelintir, dada berbulu dan baju seragam yang super ketat, tapi tak buncit, Vijay beraksi. Suara dentuman pukulannya mungkin lebih keras dibanding dentuman bedug. Dramatis sekali, apalagi ditambah gerakan slow motion. Deretan politisi busuk, pengusaha hitam dan polisi korup selalu menjadi lawannya. Dan, semuanya tumbang.
Itu mungkin cuma adegan film di Bollywood. Tapi itu pula cara bangsa sana mengkritik moralitas polisinya. Balik ke panggung yang berbeda di negeri ini. Saya belum pernah melihat ada film di Indonesia yang benar-benar memperlihatkan kebobrokan polisi.
Tidak. Mereka selalu menjadi penyelamat, meskipun cuma nongol beberapa detik di adegan sinetron. Setidaknya, mereka puas. Mereka, merasa, pahlawan. Mungkin merasa Vijay. Meski banyak yang menganggapnya “jijay”…
Di India, selalu ada Tuan Takur yang menjadi musuh Inspektur Vijay. Hampir di setiap film yang diperankan Amitabh Bachchan ini, Tuan Takur ada. Memang, kelakuan bejat polisi India seperti melindungi penjahat dan korup selalu diangkat. Institusi kepolisian di India digambarkan sebagai institusi yang di dalamnya bercokol polisi korup, bermoral rendah, berkolaborasi dengan pengusaha hitam untuk melindungi kejahatannya.
Di Indonesia, entah siapa kini yang berlagak menjadi Tuan Takur. Apakah sama dengan yang di India sana? Berkumis, memiliki rambut belah samping dan bermuka bengis? Entahlah.
Setelah Budi, ada Abraham dan kini Bambang. Entah apa yang sedang berlaku saat ini. Kalau ini adalah lelucon, tolong hentikan. Karena ini tak lagi lucu…
Benar Abraham cuma manusia biasa. Kalau lah tudingan ia “merangkap” politisi terbukti, ia jelas cuma manusia. Yang mungkin punya hasrat. Kalau lah benar Bambang bersalah dan terbukti atas tudingan kesaksian palsu sewaktu jadi pengacara, ia jelas juga manusia. Terkadang posisi pengacara juga sangat rentan. Karena ia “bertugas” untuk membela.
Tapi jelas soal tangkap menangkap dan borgol memborgol tadi pagi tak akan pernah disambut tepuk tangan. Kecuali oleh para koruptor. Polisi kini dituding melakukan kriminalisasi terhadap KPK. Sebuah lembaga super body yang kini benar-benar dipuja puji oleh masyarakat. Yang mendambakan negeri bebas korupsi.
Polisi kini memang seharusnya lebih bijak dan berhati-hati. Sorotan mata publik benar-benar tertuju pada korps bhayangkara ini. KPK, jelas, juga bukan malaikat suci tanpa dosa. Tapi beruntung, publik lebih mencintai Anda dibanding Polri.
Kini kekeh para koruptor dari balik jeruji atau yang masih bergentayangan di luar sana akan terus bergema. Melihat “lelucon” yang tak lucu antara Polri dan KPK. Dan hanya Tuan Takur yang akan menganggapnya lucu… @erisestrada