VIDEO: Orang Tua Menduga Kematian Dicky Sudah direncanakan

Orang tua Dicky Sapriandi (16) warga Jalan KL Yosudarso Lingkungan II, kel. Jati Utomo, Kec. Binjai Utara yang tewas dengan kondisi mengenaskan

Tayang:
Editor: Muhammad Tazli

Sementara itu keterangan Della (saksi mata) saat di Mapolsek Binjai Utara yang mengatakan dirinya sempat melarikan diri kepermukiman warga, berbeda dengan keterangan Suheri warga yang mengetahui kasus pembunuhan tersebut. Saat itu dirinya hendak pergi ke rumah mamaknya, namun ia melihat Della minta tolong.

“Ku lihat ada pembunuhan, aku langsung berlari ke arah kolam pancing yang jaraknya hanya 100 ucapnya meter dan bersama warga kami langsung berlarian kelokasi pembunuhan. Kalau kolampancing itu rame saja setiap harinya dan kami tidak ada mendengar suara jeritan saat itu,”

“Saya yang pertama kali mengetahui posisi si Dela dan jaraknya si Dela saat itu cuman satu meter saja,” terangnya.

Dugaan keluarga tersebut ternyata sama dengan keterangan polisi yang menduga pembunuhan siswa kelas 1 SMK Abdi Negara Binjai ini, adalah unsur dendam pribadi antara pelaku dan korban. "Saat ini, kasusnya masih dalam penyelidikan polisi. Dugaan sementara adalah unsur dendam diantara korban dan pelaku," ujar Kapolsek Binjai Utara, Kompol Nodi Torong, Minggu (12/4) siang.

Diterangkan Nodi lagi, untuk kasus perampokan tidak ditemukan tanda-tanda, karena dompet korban, motor dan handphone nya tidak hilang.Sementara itu, dari keterangan saksi mata, Della Aprilia (16) wanita yang bersama Dicky pada malam kejadian mengaku, dia sama sekali tidak mengenal pelaku, karena kondisi malam tersebut gelap gulita.

"Saksi (Della) tidak mengenali pelaku, tapi dia memberitahukan ciri-ciri pelaku," sebut Nodi lagi.

Disinggung bahwa pembunuhan itu sudah direncanakan oleh pelaku, Nodi membantahnya. "Itu bukan pembunuhan, saat ini kami menilai ini adalah penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain," kilah Nodi.

Dimana sambungnya, kronologis pembunuhan Dicky kata Nodi berdasarkan keterangan saksi, bahwa pelaku yang menggunakan motor jenis Honda Scoopy berboncengan tiga oran. "Saat korban dan saksi sedang duduk di atas pipa gas milik Pertamina, 3 pelaku langsung berhenti di depan mereka. Disitu, pelaku turun dan langsung menarik Dicky ke badan jalan dan menikami Dicky," sebut Nodi dan saat itni kasus masih dalam pengembangan.

Sebelumnya usai pemeriksaan di Polsek Binjai Utara, Kepada wartawan Della mengaku tidak jelas melihat wajah pelaku yang membunuh Dicky, karena pada saat kejadian, obor (api pipa gas pertamina) yang biasanya nyala, pada saat itu sedang redup. "Aku tidak kenal, aku tidak jelas melihat wajahnya, karena obor saat itu mati. Maka, suasana pembunuhan Dicky pun gelap," kata siswi kelas 3 SMP Abdi Karya itu.

Saat disinggung lebih jauh, apakah ada laki-laki yang dekat dengan Della dan merasa kalah saing dengan Dicky untuk meluluhkan hatinya, Della mengaku tidak ada. "Nggak ada pak," ujarnya.

Sebelumnya pada jumat malam (10/4) Dicky Sapriandi (16) warga jalan KL Yosudarso Lingkungan II, kel. Jati Utomo, Kec. Binjai Utara. Pasalnya dirinya harus merengang nyawa dengan cara yang sangat sadis, setelah di bantai tiga pria di Jalan Teraktor Kel, Cengketuri Kec. Binjai Utara.

Informasi yang berhasil dikumpulkan, saat itu korban bersama Aprilia (16) warga Kuala Madu, sedang asik berpacaran di areal persawaan di jalan traktor. Keduanya mengendarai sepeda motor dan parkir di pinggir jalan. Dilokasi tersebut tergolong sepi, pasalnya lokasi kejadian berjarak 200 meter dari pemukiman rumah warga.

Kemudian sedang asik bermadu kasih, sepasang remaja ini pun didatangi 3 orang pemuda dengan mengendarai sepeda motor berbonceng tiga. Lalu ketiga pemuda ini menghampiri korban bersama pacarnya.

Seketika itu ketiga pemuda yang identitasnya belum diketahui ini menyerang korban dengan senjata tajam. Para pelaku langsung membantai korban hingga tewas.

Sementara itu, melihat cowoknya di aniaya ketiga pemuda itu, lantas Aprilia lari sambil berteriak minta tolong, menuju ke pemukiman warga. Selanjutnya warga sekitar TKP langsung berkeluaran dan akhirnya menemukan korban bersimba darah tidak bernyawa lagi dengan kondisi 3 luka tusukan dibagian perut, leher digorok dan lidah dipotong hingga putus.

Sedangkan motor korban masih berada di TKP, diduga korban sempat membuang kunci motornya, saat ketiga pemuda tersebut menghampirinya. Dan akhirnya warga membawa korban ke klinik Sumatra, dan melaporkan kasus ini ke Polsek Binjai Utara.(ari/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved