Wisata Tjong A Fie Mansion dan Misteri Dermawan Asal Medan

Kediaman Tjong A Fie di Jalan Ahmad Yani, Medan menjadi satu tempat wisata sejarah yang mengundang penasaran bagi wisatawan.

repro
Tjong A Fie tengah berpose bersama Istri dan anak-anaknya saat perayaan Jubileum di kediamannya 

Laporan wartawan Tribun Medan / Silfa Humairah

TRIBUN-MEDAN.com - Kediaman Tjong A Fie atau Tjong A Fie Mansion di Jalan Ahmad Yani, Medan menjadi satu tempat wisata sejarah yang mengundang penasaran bagi wisatawan. Bagaimana tidak, masyarakat kota Medan yang terkenal dengan identitas budaya lokalnya memiliki sosok yang paling berpengaruh dalam pembangunan kota Medan dari kalangan Tionghoa.

Hal itu bukan tanpa alasan. Menurut guide sekaligus pengurus Kediaman Tjong A Fie bernama Desi, Tjong A Fie merupakan bankir yang kaya raya di masanya. Ia sangat dermawan dan memegang peranan besar dalam membentuk kota Medan. Ia menjaga harmonisasi hubungan kepada pemerintah Hindia Belanda, Kesultanan Deli dan masyarakat Medan hingga kekaisaran China.

Oleh sebab itu, kediamannya dibuka untuk umum pada tahun 2009, karena banyak rasa ingin tahu tentang kepribadian Tjong A Fie dalam membina keluarga, merangkul masyarakat kota Medan, dan hal-hal apa saja yang terjadi pada beliau hingga akhir masa hidupnya.

Wisata ke kediaman tersebut harus merogoh koceh Rp 35 ribu per orang untuk umum, dan Rp 20 ribu untuk pelajar.


Kediaman Rumah Tjong A Fie yang berada di Jalan Kesawan saat ini berganti nama menjadi Jalan Ahmad Yani Medan

Menurut Desi cukup mahal karena tempat tersebut dikelola oleh keluarga, biaya tersebut tentu untuk penjaga dan pengurus yang membersihkan kediaman tersebut.

Apa Saja di Rumah Tjong A Fie

Pelancong bisa melihat keindahan rumahnya, sambil membayangkan apa yang terjadi di situ sekitar 1 abad yang lalu.

Di rumah ini, pengunjung bisa mengetahui sejarah kehidupan Tjong A Fie lewat foto-foto. Tjong A Fie merupakan tokoh yang rajin mendokumentasikan setiap kegiatan. Mulai dari moment berkumpul keluarga di moment ulang tahunnya hingga pernikahan dan pertemuan penting juga ia dokumentasikan.

"Ada juga lukisan serta perabotan rumah yang digunakan oleh keluarganya. Pengunjung juga dapat mempelajari budaya Melayu-Tionghoa dari arsitektur dan koleksi perabotan di rumahnya," kata Desi.

Rumah tersebut didesain dengan gaya arstitektur Tionghoa, Eropa, Melayu dan art-deco. Lama tinggal di Medan, Tjong A Fie banyak belajar dan memiliki orang dekat dari kalangan Melayu, oleh sebab itu ia juga mengadaptasi budaya Melayu ke perilaku serta memilih ornamen Melayu untuk arsitektur rumahnya.

Desi mengatakan pengunjung dapat melihat ruangan demi ruangan dan menilai sendiri kepribadian tokoh Tionghoa berpengaruh tersebut. Ya, ia merupakan sosok sederhana walaupun memiliki kekayaan berlimpah dari usahanya yang sukses.

Kediaman tersebut memperlihatkan ruangan di mana Tjong Afie membaca di ruangan khusus bacanya. Tumpukan buku koleksi beliau masih ada dan di simpan dalam lemari yang tidak boleh dibuka.

Ruang tidurnya yang memiliki tempat tidur berbahan kayu dan bergaya klasik, memiliki tirai atau kelambu. Ada meja hias serta kursi santai, tempat ia bersama istri bercengkrama.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved