Kilau Oranye Satria FU Milik Abdul Azis

Pemilik motor yang pencinta anime ini awalnya ingin gunakan Samurai X. Tapi akhirnya ia batalkan.

Tribun Medan
Satria FU modifikasi milik Abdul Azis. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Nikson Sihombing

TRIBUN-MEDAN. com, MEDAN - Satria FU keluaran tahun 2013 milik Abdul Azis terlihat cerah dengan kilatan cahaya berwarna oranye. Jika dilihat sekilas, warna oranye tersebut dalam kondisi cahaya tertentu seolah berwarna merah. Sang pemilik, mengatakan warna oranye tersebut sengaja ia buat karena ingin menampilkan sisi warna yang hidup dan jauh dari warna standar sepeda motor serta mudah dikenali.

“Dengan warna oranye, warna sepeda motorku jadi berbeda dengan warna pada umumnya. Kalau banyak sepeda motor di parkiran, kan jarang yang menggunakan warna orannye, jadi lebih mudah dikenali. Selain itu, warna oranye ini juga membuat lebih bergaya dan fashion, ditambah lagi aku memadukannya dengan konsep Jepang,” ujarnya saat dijumpai di samping Fakultas Ilmu Sosial Politik dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

Azis juga mengatakan, warna oranye tersebut akhirnya ia padukan dengan konsep kejepang-jepangan. Ia memadukannya karena sudah sejak duduk di sekolah menengah pertama sudah menyukai anime Jepang seperti Doraemon, Naruto, Samurai X, Ninja. Ia memberikan lambang dan mengindentikkan Jepang yaitu dengan gambar bambu, huruf kanji, lambang Negeri Matahari, dan ninja.

“Sepeda motor ini aku beli tahun 2013, lalu selama satu bulan aku mencari ide untuk menggunakan konsep apa. Lalu aku akhirnya dapat ide, dan enam bulan kemudian aku selesai memodifikasi sepeda motorku seperti sekarang ini. Nah sekarang aku menggunakan gambar ninja, lambang negeri matahari huruf kanji dan bambu sebagai ciri khas Jepang,” katanya.

Ia menambahkan sebelumnya ia sempat ingin menggunakan gambar Samurai X pada sepeda motornya. Namun ia batalkan karena sudah banyak menggunakan konsep yang demikian. Jadi kini ia menggunakan gambar bambu dan ninja pada sisi belakang sepeda motor.

Di bagian depan bodi ia menggunakan lambang Negeri Matahari, Jepang, serta huruf kanji dengan corak warna hitam dan putih pada bodi sepeda motor bagian tengah tepat di bagian jok sang pengendara. Lalu tepat di atasnya ia menggunakan jok bride dengan paduan warna hitam, cokelat, krem, dan abu-abu.

Pada roda depan ia menggunakan lingkar berwarna perak dan oranye ukuran 17 X 40, bannnya ia menggunakan FDR Genzy. Sebagai penyanggah yang kokoh ia menggunakan shock up side down / DXR yang dibalut engan warna dengan berwarna emas. Di samping shock depan tersebut ia menggunkan piringan berwana silver pabrikan Morin sebagai rem depannya.

Roda belakang, juga menggunakan warna yang senada dengan roda depan. Pada bagian jari-jari ia menggunakan balutan warna hitam, serta tromol belimbing pada bagian belakang dengan warna merah. Pada rantai ia menggunakan pembatas rantai dan pengetat rantai agar rantai tidak cepat rusak dan kendur. Untuk membuat sepeda motornya sehingga bisa seperti sekarang, ia mengaku menghabiskan dana hingga Rp10 juta. (cr6/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved