Di Tangan Mereka, Kulit Kerang, Enceng Gondok dan Batok Kelapa Bernilai Ekonomi

Ternyata kulit kerang, enceng gondok dan batok kelapa jika diolah dan dimanfaatkan dapat menjadi suatu komoditas yang bernilai jual ekonomis

Di Tangan Mereka, Kulit Kerang, Enceng Gondok dan Batok Kelapa Bernilai Ekonomi
PT Inalum bersama-sama dengan Pemerintah Kota Tanjung Balai membantu mengembangkan salah satu Home industri kreatif yang berbasis kearifan lokal di Tanjung Balai 

Home Industri Kreatif di Tanjung Balai :
Menyulap Kulit Kerang, Enceng Gondok Dan Batok Kelapa Menjadi Souvenir Cantik

TRIBUN-MEDAN.com, TANJUNGBALAI -Ternyata kulit kerang, enceng gondok dan batok kelapa jika diolah dan dimanfaatkan dapat menjadi suatu komoditas yang bernilai jual ekonomis, seni dan kreatif.

Hal inilah mendorong PT Inalum bersama-sama dengan Pemerintah Kota Tanjung Balai untuk membantu mengembangkan salah satu Home industri kreatif yang berbasis kearifan lokal di Tanjung Balai yang terkenal sebagai kota kerang.

Akhir Oktober lalu, di Gedung Serba Guna Raja Bahagia resto, Jl. Jamin Ginting Arteri, Kota Tanjung Balai, PT Inalum menyerahkan bantuan peralatan pendukung pengembangan home industri kreatif di Tanjung Balai.

Program bantuan pengembangan usaha ini dilakukan oleh PT Inalum bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tanjung Balai bersama-sama dengan pelaku industri untuk merencanakan dan mengadakan bantuan peralatan yang difasilitasi oleh PT Inalum.

Adapun ketiga kelompok usaha yang menerima bantuan adalah kelompok usaha masyarakat yang bergerak dalam bidang usaha pembuatan hiasan atau souvenir dari Batok Kelapa, dari Enceng Gondok, dan dari Kulit Kerang.

Penyerahan bantuan peralatan tersebut diserahkan secara langsung oleh manajemen PT Inalum, W.Djoko Laksono (Deputy General Manager Umum & CSR) diwakili oleh Syamsu Rizal Hrp (Assistent to Director) didampingi A.Ganda Sukmana (Junior Manager Pemberdayaan Masyarakat) dan Thaofan Dinar (CSR Officer) kepada Pemerintah Kota Tanjung Balai yang diwakili Rumondang (Plt Kadisperindag) untuk diteruskan kepada kelompok usaha disaksikan Wakil Walikota Tanjung Balai, Rolel Harahap bersama-sama dengan undangan lainnya dalam sebuah acara yang disambut dengan tarian khas melayu.

Sebanyak kurang lebih 20 orang anggota dari ketiga kelompok usaha yang mendapat bantuan tersebut juga turut hadir untuk menerima bantuan tersebut. Adapun kelompok usaha yang menerima bantuan Inalum adalah hasil dari rekomendasi Disperindag Tanjung Balai yaitu : KUB Karya Mandiri (Kelompok usaha pengrajin sovenir dari Batok Kelapa-Kecamatan Sei Tulang Raso) menerima Mesin Bor Duduk, Mesin Jahit, Grenda, Mesin Rajang, Kompresor dan Steling. Disusul dengan Kelompok Usaha Bersama“Mawar” (Pengrajin hiasan kulit kerang dari Kecamatan Teluk Nibung) menerima Mesin kompresor, alat lem tembak, mesin generator, dan steling. Sedangkan “KUB Melati” (Pengrajin Souvenir Enceng Gondok dari Kecamatan Datuk Bandar Timur) menerima mesin pemintal enceng gondok, dan steling.

Djoko dalam sambutannya yang dibacakan Saymsu Rizal mengatakan, Bantuan ini adalah salah satu bentuk program pemberdayaan masyarakat atau yang sering lebih dikenal dengan Corporate Social Responsibility PT Inalum di bidang pengembangan usaha kecil mikro berbasis ekonomi kreatif, budaya dan kearifan lokal, khususnya di sekitar Danau Toba dan Sungai Asahan.

"Dimana kita sebelumnya juga telah menyalurkan bantuan untuk pengembangan usaha tradisional kain tenun songket dan uis nipes di Batubara dan Karo serta kopi di Dairi. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan kontribusi positif atas perkembangan usaha lokal sekaligus melestarikan budaya berbasis industri kreatif,” ujarnya dalam sambutan.

Halaman
12
Editor: Muhammad Tazli
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved