Ini Modus Salon Singapura Tipu Konsumen Tato Alis PRT Asal Indonesia
Ada-ada saja ulah Yati, pembantu asal Indonesia di Singapura. Gara-gara mentato alis, ia ditagih 816 dolar Singapura
TRIBUN-MEDAN.com, SINGAPURA – Ada-ada saja ulah Yati, pembantu asal Indonesia di Singapura. Gara-gara mentato alis, ia ditagih 816 dolar Singapura atau sekitar Rp 7,8 Juta (kurs $1 = Rp9.600,red) oleh salon kecantikan.
Padahal, gajinya sebulan hanya sebesar $ 500 (Rp 4,8 juta). Walhasil, pembantu berusia 30 tahun itu akhirnya harus memanggil majikannya untuk membantu melunasi tagihan itu.
Menurut Yati, seperti dimuat Asiaone.com, insiden itu terjadi pada 8 November 2015 di salon kecantikan di Toa Payoh, Singapura.

Tagihan yang diberikan kepada Yati dari salon kecantikan di Singapura
Kebetulan hari itu dia libur kerja dan pergi berbelanja ke kawasan itu. Yati, kemudian datang ke promosi sebuah salon untuk tato alis.
“Enam bulan lalu, untuk membuat tato alis, saya dikenakan seharga $ 60 (Rp 576 ribu) di salon di Lucky Plaza. Saya cukup senang dengan hasilnya dan berfikir akan melakukannya lagi di salon di Toa Payoh. Karena katanya hanya dikenakan tarif $ 40 (Rp 384 ribu). Jadi, saya setuju karena biayanya itu lebih murah,” ungkap Yati.

Yati, pembantu asal Indonesia yang bekerja di Singapura
Saat itu, kata Yati, terapis di salon itu menyarankan agar dia mencoba sulam alis gaya Korea yang bisa bertahan selama tiga tahun.
Terapis itu mengatakan, akan ada 50 persen diskon untuk pengobatan. Yati pun lalu setuju untuk mencobanya.
Sang terapis, ungkap Yati, kemudian menyarankan dia untuk membeli beberapa produk perawatan kulit juga.
Terapis itu mengatakan, salon tidak akan bertanggung jawab jika Yati menderita infeksi setelah ditato. Hal ini pun disetujui Yati.
Namun, seusai perawatan, Yati terkejut ketika ia ditagih sebesar $ 816 (rp 7,8 juta). Terdiri dari biaya tato alis $ 680 (Rp 6,5 juta) dan $ 136 (Rp 2,3 juta) untuk produk.
Padahal saat itu, Yati hanya memiliki sekitar $ 100 (Rp 960 ribu) di dompetnya. Ia pun tidak punya pilihan, selain memanggil sang majikan untuk memberikan bantuan biaya.
Majikannya, Zheng (39), bergegas ke toko itu dengan keluarganya.
Meskipun asisten salon itu mengklaim Yati telah setuju untuk semua perawatan di salon, Zheng tetap menuding terapis salon itu tidak mengungkapkan secara jujur harga pengobatan untuk Yati.
Sang terapis hanya menekankan semua itu setengah harga.
"Gaji bulanannya (Yati, red) hanya $ 500 (Rp 4,8 juta) sebulan. Bagaimana mungkin dia setuju jika dia tahu semua perawatan itu akan dikenakan biaya dua bulan gajinya?,” ungkap Zheng.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/yati-pembantu-asal-indonesia-di-singapura_20151117_205749.jpg)