Ini Modus Salon Singapura Tipu Konsumen Tato Alis PRT Asal Indonesia
Ada-ada saja ulah Yati, pembantu asal Indonesia di Singapura. Gara-gara mentato alis, ia ditagih 816 dolar Singapura
Terapis salon, katanya, seharusnya tidak menawarkan kepada Yati biaya perawatan dan produk mahal, karena mengetahui Yati bekerja di sini (Singapura, red) sebagai pembantu rumah tangga.
Akhirnya, pihak salon itu setuju untuk mengurangi harga perawatan sampai $ 400 (Rp 3,8 juta) dan mengembalikan biaya untuk produk.
"Saya akan mengurangi $ 200 (Rp 1,9 juta) dari gaji Yati selama dua bulan ke depan untuk membayar semua biaya perawatan," jelas Zheng.
Ketika dihubungi koran Lianhe Wanbao, juru bicara salon menyatakan sang terapis telah memberitahu Yati semua harga perawatan.
“Dia antara pelanggan kami itu ada pembantu dan petugas kebersihan, namun mereka bersedia untuk menghabiskan uangnya. Kami memperlakukan semua pelanggan kami sama. Namun, itu bukan tugas kami untuk menentukan apakah mereka dapat membeli produk kami," jelasnya.
Seorang juru bicara untuk pengawas konsumen CASE (Consumer Association of Singapore) mengatakan, mereka telah menerima keluhan tentang salon yang menggunakan taktik menjual dengan harga mahal untuk mempromosikan layanannya.
Menurut juru bicara CASE, Mr Xie, salon memiliki lima cabang, yang hanya cabang di Bishan telah terakreditasi logo CaseTrust.
Logo menjamin konsumen perdagangan yang adil dan transparan.
Namun, Mr Xie mengungkapkan, kedua outlet Toa Payoh dan Bishan mendapat keluhan dari konsumen karena taktik penjualan mereka yang curang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/yati-pembantu-asal-indonesia-di-singapura_20151117_205749.jpg)