Kepala Menyatu, Gadis Kembar Siam Asal Suriah Berhasil Dipisahkan Usai Operasi 10 Jam
Saudara kembar siam yang kepala telah menyatu sejak lahir berhasil dipisahkan dalam operasi yang melibatkan 22 dokter dan perawat akhir pekan ini.
TRIBUN-MEDAN.com - Saudara kembar siam yang kepala telah menyatu sejak lahir berhasil dipisahkan dalam operasi yang melibatkan 22 dokter dan perawat akhir pekan ini.
Operasi perempuan kembar siam sejak lahir, Tuqa dan Yakeen Al Khadar, dilakukan di Rumah Sakit Spesialis Anak di ibukota Arab Saudi, Riyadh.
Menurut juru bicara rumah sakit, operasi itu sebenarnya merupakan tahap keempat dan terakhir yang dilakukan pada si kembar asal Suriah.
"Pihak rumah sakit telah melakukan operasi persiapan sejak April 2014 pada si kembar," kata juru bicara tersebut. Dia menambahkan bahwa terdapat kemajuan luar biasa dalam semua upaya operasi tersebut.

Tuqa dan Yakeen Al Khadar berhasil dipisahkan usai menjalani operasi 10 jam
Dr Ahmad Al-Furrayan, yang bertanggung jawab atas operasi itu mengatakan butuh waktu 10 jam untuk melakukan pemisahan kepala si kembar yang menyatu.
Bukan 12 jam seperti yang telah direncanakan dan dilakukan secara bertahap.
"Si kembar siam, menyatu di bagian kepala dan itu berarti merupakan salah satu kasus (operasi) siam paling rumit dan sulit," kata dokter tersebut.

Si kembar siam Tuqa dan Yakeen Al Khadar bersiap menjalani operasi
Perempuan kembar siam itu, sejak mereka lahir empat tahun lalu, telah berbagi tengkorak kepala tetapi bukan otak.
Ini berarti mereka kembar craniopagus, sebuah fenomena medis yang terjadi hanya satu berbanding 2,5 juta kelahiran.
Kembar siam itu lahir pada 2013 lalu, saat itu juga Ayah mereka meminta bantuan kepada Raja Abdullah dari Arab Saudi untuk biaya pengobatan
Seperti yang dilansir Emirates247.com, meskipun membutuhkan operasi mendesak, Hussein Al Khadr ayah si kembar mengatakan dia tidak bisa membiayai operasi karena masih memiliki 11 anggota keluarga di Suriah yang masih dilanda perang.

Si kembar berhasil dipisahkan oleh para medis yang terdiri dari 22 dokter dan perawat
Pada saat itu, si kembar berusia 16 bulan. Tingkat keberhasilan untuk menjalani operasi hanya 60 persen, dan Dr Al-Furrayan telah memberikan sinyal positif akan keberhasilan operasi tersebut.
Arab Saudi telah melakukan 37 operasi pada kembar siam dari seluruh dunia sejak tahun 1990 yang berasal dari 18 negara yang berbeda termasuk Sudan, Suriah, Yaman, Mesir, Malaysia, Filipina, Polandia, Maroko dan Irak.
Hampir 30 kasus lainnya diperiksa, tapi dokter memutuskan tidak mungkin untuk dipisahkan. Sementara itu biaya ditanggung oleh pemerintah Arab Saudi sebagai isyarat kemanusiaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/tuqa-dan-yakeen-al-khadar_20160216_204520.jpg)