Video Di Balik Pembantaian Harimau Sumatera yang Diduga Oknum Polisi Pelakunya

Kematian harimau sumatera di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara yang menyita perhatian publik menyisakan banyak pertanyaan.

Penulis: Muhammad Tazli | Editor: Muhammad Tazli
video capture

TRIBUN-MEDAN.com - Kematian harimau sumatera di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara yang menyita perhatian publik masih menyisakan banyak pertanyaan. Terlebih dikarenakan pelakunya diduga aparat dari kepolisian yang seharusnya membantu pemerintah untuk melindungi hewan yang di ambang kepunahan ini. Kenapa hal ini bisa terjadi?

Setelah pemberitaan soal pembagian daging harimau hasil buruan polisi kemarin, beredar video pengusutan jejak perangkap harimau, diunggah dari sebuah akun Facebook, Bukitbarisan Sumatran Tiger Rangers.

Video itu diunggah dengan keterangan: "Harimau betina terikat jerat, ditembak mati oleh oknum polisi, daging harimau dijagal bersama warga di desa Silantong Julu, kecamatan Pangaribuan, kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara".

Dalam video yang berdurasi 3 menit lebih itu, dua lelaki yang menjadi penunjuk jalan, mengatakan bahwa selama satu hari harimau berada di lokasi perangkap. Ada dua kabel terlilit kayu yang masih tersisa di lokasi.

"Dua kabel ini masih melilit. Mungkin inilah yang mengikat kakinya," ujar seorang penunjuk jalan.

Sebelum harimau terjerat atau masuk perangkap, harimau itu sempat memakan babi hutan. Terlihat tak jauh dari lokasi perangkap, ada sisa-sisa bulu babi hutan.

"Masih terlihat ini bulunya, sebelum dia terkena jerat. Menurut pengakuan warga, ia ditembak oleh polisi dengan enam peluru, kemudia ditombak atau dibusur. Terlihat dari foto itu dibusur lehernya, di sinilah lokasinya," ujarnya lagi.

Ia juga menjelaskan, menurut pengakuan warga, harimau itu dibagi-bagikan kepada warga di depan polisi di depan kapolsek, di depan orang koramil, begitu juga camat.

"Warga sempat diminta tandatangan, perwakilan dari dua desa. Kemudian dagingnya dibagi-bagi oleh warga. Petugas polisi dari polsek juga membawa daging satu kg, menurut pengakuan warga. Ini benar-benar tidak bisa dibiarkan," ujarnya mengakhiri.

Pada tayangan berikutnya, video menunjukkan harimau yang terlah mati berada di tengah-tengah kerumunan warga, seorang warga memberikan penjelasan bahwa panjang harimau sekitar 1 meter setengah.

Dari rekaman itu, terlihat ujung tombak masih lengket di mulut harimau yang sudah tak berkutik itu, di bagian leher terlihat lubang kecil.

Dua orang warga mengangkat kepala harimau dan yang lainnya sibuk mengamati dan banyak yang mengambil foto dengan kamera. Seorang pria berjaket kulit hitam memegang senjata laras panjang.

Di akhir video, warga membungkus kepala harimau dan mengikatnya. Bangkai harimau ini juga banyak ditonton anak-anak, sebagian ada yang memegangi ekornya.

Ini videonya:

//

Please Share! #SavetigerHarimau betina terikat jerat, ditembak mati oleh oknum polisi, daging harimau dijagal bersama...

Dikirim oleh Bukitbarisan Sumatran Tiger Rangers pada 12 Maret 2016

Seperti diberitakan sebelumnya, aroma amis keluar dari plastik bening berisi cairan dan selembar kecil kulit berbulu dengan corak loreng coklat, kuning, hitam dan sedikit merah.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved