Objek Wisata

Menikmati Segarnya Mata Air dan Parade Kelelawar Bergelantungan di Goa Kelelawar

Kawasan Bukit Lawang menjadi destinasi para pelancong berbekal keindahan parade goa.

Tribun Medan/ Silfa Humairah

Laporan wartawan Tribun Medan / Silfa Humairah

TRIBUN-MEDAN.com - Kawasan Bukit Lawang menjadi destinasi para pelancong berbekal keindahan parade goa. Memang teramat banyak goa unik di Kawasan Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Teranyar, Tribun Medan Travel menyambangi Goa Kelelawar di kawasan ini. Lorong goa terbilang kecil untuk dimasuki, jaraknya pun pendek. Begitupun, goa ini tentunya kaya dengan batu  stalagtit dan stalagmit.

Nanda, seorang pelancong lokal bilang Goa Kelelawar merupakan objek wisata yang tak patut dilewatkan bila berkunjung ke Kawasan Bukit Lawang.

"Tidak perlu berjeri lelah ke mari. Ya, tidak perlu trackking setelah lelah melewati hutan. Tidak banyak tenaga yang harus dikeluarkan karena medannya tidak terlalu terjal untuk dilalui," beber Nanda.

Nanda menuturkan, untuk wisata ke Goa Kelelawar, wisatawan tetap harus membawa perlengkapan yang safety karena ada kegiatan menelusuri goa yang sempit dan dalam.

"Perlengkapannya meliputi tali untuk jaga-jaga menarik atau menuruni area terjal, senter untuk alat penerangan selama di dalam, dan sarung tangan serta sepatu hingga baju dan celana panjang untuk mencegah ranting atau batu tajam langsung menyentuh kulit," katanya.

Ian, sang pemandu bilang per orang (pelancong) bila ingin menggunakan jasa pemandu ke goa, mesti membayar Rp 30 ribu.

Terkait Goa Kelelawar, Ian memberitahukan bahwa di dalam Goa Kelelawar ada sumber mata air nan jernih. Pemandangan Kelelawar bergelantungan merupakan wahana natural yang eksotik pula.

"Di dalam juga nantinya wisatawan bisa menemukan sumber mata air yang bisa sedikit menyegarkan saat melakukan penelusuran di dalam goa. Bisa mandi atau sekadar menyuci kaki dan tangan, airnya bersih dan dingin," tambahnya.

Mencapai lokasi objek wisata tersebut wisatawan harus menempuh perjalanan sekitar 3-4 jam dari Medan atau Bandara Internasional Kuala Namu 4-5 jam dengan menggunakan Bus Damri sampai Terminal Pinang Baris.

Lalu, dilanjutkan dengan Bus Pembangunan Semesta yang ukuran kecil dengan membayar Rp 25.000 untuk sampai di Bukit Lawang.

Atau sekitar 2-3 jam mengendarai sepeda motor.

Untuk diketahui, kini akses menuju Bukit Lawang sudah tidak sesulit beberapa tahun lalu. Belakangan, jalan sepanjang 50 kilometer menuju TNGL yang sebelumnya banyal jalan rusak berlubang kini sudah diaspal.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved