Hardiknas Berdarah di Medan

Percakapan Terakhir Nurain Lubis Sebelum Dibunuh dengan Koleganya

Farid Wajdi anggota Komisi Yudisial RI mengenang kepergian sosok dosen Nur'ain Lubis yang tewas secara teragis usai dibunuh oleh mahasiswanya

umsu.ac.id
Nurain Lubis dosen UMSU yang dibunuh mahasiswanya sendiri 

Almarhumah coba tanya ke sopir taksi, apa bapak kenal org yg bicara di radio tadi? Dijawab si sopir, oh,,,gak. Saya gak kenal. Cuma saya sering dengar suaranya.

Kata almarhumah, jadi, kagum bukan karena kenal? Almarhumah melanjutkan pembicaraan, Ooo,,,, yg bicara diradio barusan, itu adik saya dosen Fakultas Hukum UMSU.

Sopir taksi kemudian, kata almarhum minta agar almarhumah menyampaikan kirim salam ke saya.

Catatan penting, bagi saya, almarhumah org yg peduli, familiar, baik, ramah dan mengayomi sbg seorang kakak. Lebih lagi, almarhumah sosok yg suka memberi apresiasi dan motivasi kpd orang lain.

Peduli kpd karier saya, krn pada waktu itu, saya akan segera melepaskan jabatan sbg pimpinan di Fakultas Hukum UMSU.

Kalau tidak salah, itu adalah percakapan terakhir saya dgn almarhumah. Setelah itu, jika pun jumpa, hanya sekadar papasan tanpa percakapan lagi.

Tetiba saya dapat telp yg mengabarkan almarhumah telah tiada, wafat, berpulang kerahmatullah. Jantung saya berdegup kencang. Ingatan saya kembali menari-nari tentang sosok beliau sbg kakak dgn sifat keibuannya.

Sekarang almarhumah, telah kembali kepangkuan Sang Khalik. Tragis memang. Tetapi tentu Allah Swt lebih menyayangi almarhumah.

Selamat jalan Kakanda. Semoga Allah Swt mengampuni semua khilaf yg ada. Keluarga yg ditinggalkan sabar tawakal. Mohon maaf terdalam jika ada kesalahan yg terselip.

‪#‎note‬ in memorium ini hanya sepenggal kisah betapa beliau peduli dgn orang lain. Tentu masih banyak kisah indah lain yg belum terungkap. Semoga bermanfaat

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved